nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puncak Haji 2019 Lancar, Jamaah Mengeluhkan Minimnya Toilet

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 04:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 398 2095053 puncak-haji-2019-lancar-jamaah-mengeluhkan-minimnya-toilet-xzMFNZXPS4.jpg Jamaah haji wukuf di Padang Arafah, Makkah (Kemenag)

MADINAH - Tahap puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina telah terlewati. Tim Pemantau Operasional Haji menyebut prosesi puncak haji tersebut berjalan dengan lancar.

Supervisor Tim 2 Pemantau Operasional Haji 2019 Muhammad Tambrin menyebutkan, salah hal yang patut diapresiasi adalah adanya pendingin ruangan alias AC di tenda-tenda jamaah.

"Tahun 2019 ini sudah disiapkan tenda AC. Jamaah sangat terbantu untuk bisa khusus melaksanakan zikir dan doa secara maksimal," kata dia, Rabu (21/8/2019).

Walau begitu, dia menjelaskan, jika jamaah haji memang masih mengeluhkan minimnya toilet. "Seperti yang disampaikan pak Menteri (Agama Lukman Hakim), itu panjangnya antrean," kata dia.

 Thambrin

Muhammad Thambrin (Widi Agustian/Okezone)

Walau begitu, pemerintah Indonesia, tidak bisa serta merta langsung menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena hal itu merupakan domain dari Pemerintah Arab Saudi.

"Kita hanya bisa menyampaikan aspirasi dan permohonan, agar bisa direspons," jelas dia.

 Baca juga: Jamaah Haji RI Wafat Mencapai 273 Orang, Lebih Banyak dari Tahun Lalu

Hingga hari ini, dia menyebut pelaksanaan ibadah haji 2019, Alhamdulillah berjalan dengan lancar.

"Posisi Itjen sesuai dengan peraturan menag nomor 41 ttahun 2016, melakukan pengawasan internal di Kemenag untuk melaksanakan pengawasan ibadaha haji dan umrah," jelas dia.

Sekretaris Itjen Kemenag tersebut melanjutkan, pihaknya telah melakukan pengawasan dan audit dalam pelaksanaan akomodasi, transportasi dan katering sejak tahap persiapan atau pra keberangkatan jamaah.

Pengawasan operasional haji sendiri, kata dia, terdiri dari dua tim. Di mana tiap tim terdiri dari 10 orang. Masing-masing tim memiliki masa tugas selama 25 hari.

"Kami kemudian melihat evaluasi terhadap pelayanan akomodasi, transportasi dan katering untuk jamaah haji, baik itu di Madinah, Makkah kemudian di Amuzna. Kita juga memberikan evaluasi terhadap ibadah haji khusus. Kita lalu memberikan rekomendasikan kepada menteri agama, selaku amirul hajj untuk mendapatkan masukan dari Itjen," beber dia.

1
2

Berita Terkait

Info Haji 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini