Share

Penambahan Kuota Jamaah Haji Diharapkan Tidak Mendadak

Widi Agustian, Jurnalis · Sabtu 17 Agustus 2019 23:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 17 398 2093340 penambahan-kuota-jamaah-haji-diharapkan-tidak-mendadak-eOMqkMJFxl.jpg Jamaah haji. (Foto : Widi Agustian/Okezone)

JEDDAH – Penambahan kuota haji sebanyak 10.000 tahun ini bukan perkara mudah dalam persiapannya. Alhasil, jamaah haji yang awalnya 221.000 naik menjadi 231.000 jamaah.

Amirul Hajj sekaligus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut, ada baiknya jika penambahan kuota harus diberikan timing dengan baik, jangan sampai mendadak.

Dia mengatakan, secara umum, ia tentu bersyukur Indonsia mendapatkan tambahan kuota haji. Ini adalah sesuatu yang menjadi impian mayoritas calon jamaah haji.

"Namun dari sisi teknis pelaksanaan, juga harus menjadi pertimbangan kita bersama kapan batas waktu kepastian penambahan kuota itu diterima oleh pemerintah Indonesia," kata dia, di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (17/8/2019).

Menag Lukman Hakim di Makkah, Arab Saudi (foto: Widi Agustian/Okezone)

Dengan begitu, tidak terlalu mepet waktu untuk persiapan penambahan jumlah jamaah haji tersebut.

"Karena yang kemarin itu kan kepastian yang kami terima itu sudah menjelang akhir dari persiapan kita ya implikasi dari 10.000 itu tentu tidak sederhana," ucapnya.


Baca Juga : Musim Haji Belum Selesai, Menag Sebut Sebagian Besar Target Sudah Terpenuhi

Pihaknya pun harus menyiapkan hotel-hotel hingga menyiapkan pesawat udara. Penambahan kuota juga terkait dengan jadwal penerbangan berimplikasi pada penyewaan hotel-hotel Madinah.

"Karena itu ke depan semoga kepastikan kuota lebih awal kami terima sehingga persiapan lebih baik," ujarnya.


Baca Juga : Ormas Islam Akan Dilibatkan untuk Upgrade Buku Manasik Haji

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini