Koper Jamaah Haji Mulai Ditimbang, Jaring Tali Jadi Polemik

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 16 398 2092507 koper-jamaah-haji-mulai-ditimbang-jaring-tali-jadi-polemik-x5VuwsJlg3.jpeg Jamaah haji Indonesia mulai menimbang kopernya sebelum kembali ke Tanah Air (Foto: Widi Agustian/Okezone)

MAKKAH - Jamaah haji Indonesia mulai dipulangkan pada Sabtu 17 Agustus 2019. Akan ada 13 kelompok terbang yang diberangkatkan untuk pulang pada tanggal tersebut.

Sebelum itu, para jamaah haji tersebut diharuskan menimbang terlebih dahulu koper-kopernya yang akan diberangkatkan terlebih dahulu.

Paling tidak 48 jam sebelum diberangkatkan, koper-koper tersebut sudah ditimbang. Sesuai ketentuan, berat koper maksimum 32 kilogram (kg), sementara berat barang yang dibawa ke kabin 7 kg.

Walau begitu, ada ada hambatan dalam proses penimbangan ini. Yakni banyaknya koper yang diberi pengikat tambahan berupa jaring dari tali.

Baca Juga: 13 Kloter Jamaah Haji Pulang pada 17 Agustus

Koper jamaah haji

Salah seorang jamaah dari kloter 1 embarkasi Padang mengatakan, dirinya sengaja mengikat koper miliknya agar lebih aman. "Soalnya sudah mulai rusak kopernya. Kalau tidak diikat, bisa berceceran barangnya," kata dia, Kamis (15/8/2019).

Eri, jamaah haji yang juga dari Kloter 1 embarkasi Padang juga mengatakan hal yang sama. "Khawatir barang berserakan. Karena banyak tas rusak. Ada yang sudah patah tasnya. Robek tasnya. Karena itu alasan rekan-rekan mengikat kopernya dengan tali," jelas dia.

Dia menambahkan, rusaknya koper-koper jamaah mayoritas terjadi saat proses bongkar muat. "Kita kan tahu proses bongkar muat seperti itu," ungkap dia.

Sementara itu, petugas akomodasi Juandi menyebutkan, maskapai penerbangan yang memberangkatkan jamaah haji memang menginginkan kondisi koper tidak ada yang terikat tali. "Maskapai mau bersih. Maskapai memang sudah menyatakan akan bertanggung jawab dengan kopernya. Cuma jamaah belum yakin akan keamanannya," kata dia.

Baca Juga: Bus Salawat Kembali Layani Jamaah Haji

Salah satu petugas maskapai yang berada di lokasi penimbangan mengatakan, pelarangan penggunaan tali di koper merupakan keputusan Kerajaan Arab Saudi.

"Itu merupakan leputusan dari rapat dsnhan pihak Arab Saudi. Ketua rombongan, ketua kloter sebenarnya tahu," sebut dia.

Pelarangan penggunaan tali tambahan, kata dia, salah satunya adalah untuk menghindari potensi koper nyangkut di mesin x-ray.

 Koper jamaah haji

Selain jaring, dia juga mengatakan penanda koper tambahan juga sebenarnya tidak diperbolehkan. Tapi kenyataannya, masih banyak koper yang menggunakannya.

Soal jamaah yang mengeluhkan kondisi koper yang rusak, dia mengatakan koper gang diberikan ke jamaah sudah memenuhi standar yang ada.

"Tas koper didesain untuk membuat kapasitas 32 kg. Jadi asal tidak lebih dari itu, tidak akan apa-apa. Tapi kalau lebih dari itu, yang itu risiko," ungkap dia.

Air zamzam yang masuk di koper, kata dia, akan ketahuan juga saat penimbangan. Walau begitu, pemeriksaan air zamzam yang masuk koper juga akan dilakukan lagi di bandara, dengan mesin x-ray.

"Air zamzam ketahuan juga di sini. Tapi nanti di airport juga kena," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini