nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag: Sejak 2014 Tidak Pernah Hujan Deras di Mina

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 14:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 13 398 2091315 menag-sejak-2014-tidak-pernah-hujan-deras-di-mina-sNpdR99F5A.jpg Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Foto : Widi Agustian/Okezone)

MINA – Hujan lebat yang mengguyur Kota Makkah dan Mina pada Senin, 12 Agustus 2019, boleh dibilang kejadian langka. Tidak hanya itu, hujan deras ini juga dibarengi dengan angin kencang.

"Sejak saya jadi amirul hajj pada 2014, tidak pernah hujan deras di Mina," kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang juga merupakan Amirul Hajj di Mina, Selasa (13/9/2019).

"Sejak siang tidak kita duga terjadi hujan deras. Tidak hanya di Mina, Makkah juga hujan. Ini sesuatu yang jarang terjadi," ucapnya.

Alhasil, hujan deras ini membuat aliran listrik di sejumlah tenda jamaah harus dipadamkan. Karena hujan yang menyebabkan genangan air tersebut bisa berpotensi membahayakan jamaah.

Hujan Kembali Guyur Kota Makkah

Dia mengatakan, jaringan listrik di Mina dan Arafah didistribusikan melalui kabel yang ditanam di dalam tanah. Karena itu, jika air menggenang, berpotensi menyebabkan korsleting.

"Seperti yang terjadi di Arafah (saat wukuf-red). Hujan deras dan listrik harus dimatikan. Di Mina juga seperti itu, listrik di sejumlah tenda juga dimatikan," ucapnya.

Hujan Kembali Guyur Kota Makkah

Menag memaparkan, kondisi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina memang sangat rentan, berbeda dengan di Makkah dan Madinah.


Baca Juga : Hujan Deras Guyur Mina Senin Sore

"Selalu saya mengatakan di banyak kesempatan, problem terberat haji itu di Mina karena kondisi tidak permanen. Beda dengan Makkah, Madinah yang tinggal di hotel. Di Arafah, Muzdalifah dan Mina semua serba darurat. Tenda baru dibuat, listriknya, toilet dan sebagainya," tuturnya.

Baca Juga  : Hujan Deras di Mina, Kondisi Tenda Jamaah Aman

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini