nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khutbah Wukuf Haji 2019: Syukuri Keragaman, Ciptakan Kerukunan

Widi Agustian, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 17:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 10 394 2090250 khutbah-wukuf-haji-2019-syukuri-keragaman-ciptakan-kerukunan-bpJT9ZXjqN.jpg Khutbah Wukuf Haji di Arafah oleh KH A Bunyamin Ruhiyat. (Foto: Darmawan/MCH 2019)

ARAFAH – Naib Amirul Hajj KH A Bunyamin Ruhiyat dalam Khutbah Wukuf Haji 2019 di Padang Arafah mengajak semua jamaah haji Indonesia senantiasa mensyukuri keragaman dan selalu menciptakan kerukunan.

Ia mengatakan kemuliaan dan keutamaan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, atau warna kulit, atau suku bangsa tertentu, tetapi oleh ketakwaan dan sikap keberagamaan yang baik.

"Sebagai bangsa Indonesia yang hidup di tengah keragaman agama, budaya, suku, dan bahasa sudah sepatutnya kita mensyukuri keragaman tersebut dengan senantiasa membangun komunikasi antara sesama anak bangsa agar tercipta kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara," ucap KH Bunyamin dalam khutbah wukuf haji di Arafah, Sabtu (10/8/2019).

Baca juga: Khutbah Wukuf 2019 Mengusung Tema 'Menggapai Haji Mabrur di Arafah' 

Dia melanjutkan, jamaah haji sekarang berada di Padang Arafah. Ini merupakan tempat berkumpulnya jutaan orang yang datang dari berbagai pelosok negara. Berbeda bangsa, suku, bahasa, budaya, adat istiadat, dan warna kulit, namun semua sama ditandai dengan pakaian yang sama.

Jamaah haji Indonesia menyimak khutbah wukuf di Arafah. (Foto: Darmawan/MCH 2019)

"Ini merupakan tanda bahwa kita semua sama di hadapan Allah. Tidak ada pangkat atau jabatan, kiai atau santri, konglomerat atau melarat. Semua sama di hadapan Allah dan yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling takwa kepada-Nya," jelasnya.

Baca juga: Khutbah Wukuf Haji 2019: Wujudkan Kepedulian Setelah Kembali ke Tanah Air 

KH Bunyamin kemudian membacakan Ayat 13 dari Surah Al Hujurat, yang artinya:

"Wahai manusia. Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Ia mengatakan, ayat tersebut juga menegaskan bahwa perbedaan adalah sunnatullah, bukan untuk dipertentangkan, tetapi agar manusia saling mengenal, sehingga terbangun komunikasi dan harmoni di tengah keragaman yang ada.

(han)

Berita Terkait

Info Haji 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini