Perjuangan Nenek Maryani Jadi Pemulung hingga Bisa Pergi Haji

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 09 393 2090055 perjuangan-nenek-maryani-jadi-pemulung-hingga-bisa-pergi-haji-bJI8BCcKXs.jpg Nenek Maryani (Foto: Putra Ramadhani)

BOGOR - Barang bekas atau rongsokan mungkin dipandang sebelah mata oleh sebagian orang karena dianggap tidak berguna. Namun, siapa sangka barang tersebut justru dapat mengantarkan seorang nenek di Kota Bogor beribadah ke Tanah Suci.

Ialah nenek Maryani (64), warga Kampung Pulo Geulis, RT 02 RW 04, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat yang mengumpulkan barang bekas selama puluhan tahun untuk dijual kembali demi mewujudkan impiannya menunaikan ibada haji.

"Ibu sudah niat (naik haji) dari tahun 1993, akhirnya dari situ dia ngumpulin barang bekas botol minum sama kardus-kardus di sekitar rumah," kata anak Maryani, Dani Mulyana (32) kepada Okezone, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Sepenggal Kisah Dede di Asrama Haji Sudiang Makassar

Nenek Maryani

Sejak pagi buta, lanjut Dany, Maryani sudah keluar rumah untuk mencari barang-barang bekas mulai dari botol mineral hingga kardus. Barang itu dikumpulkannya di belakang rumah untuk selanjutnya dijual setahun sekali.

"Dijualnya itu setahun sekali, soalnya kalau setiap hari cuma dapat sedikit. Rata-rata setiap dijual dapat sekitar Rp1,2 juta. Kelihatannya banyak, tapi kan namanya botol plastik bekas mah enteng. Jadi, cuma segitu aja saya yang suka jualin," tuturnya.

Baca Juga: Berkah Haji, Mukimin Penjual Bakso Untung Rp10 Juta per Hari

Dany mengaku, tidak mudah bagi keluarganya melihat tangan renta Maryani harus bersentuhan dengan botol dan kardus bekas setiap harinya. Namun, dirinya tetap memberi semangat seraya berdoa untuk ibunya dapat menunaikan rukun Islam kelima itu.

"Sangat mendukung niat ibu, tapi ya sempet gak tega lah namanya lihat ibu kerja begitu (mulung sampah). Takutnya namanya orang ada saja yang ngomongin negatif. Tapi gimana lagi udah niat banget ibu, saya selalu dukung ibu," ungkap Dany.

Nenek Maryani 

Penantiannya selama belasan tahun itu pun berbuah manis. Pada tahun 2012, Maryani mendaftar sebagai calon jamaah haji Kota Bogor dengan membawa uang Rp25 juta hasil mengumpulkan barang bekas. Ia pun berangkat dengan nomor kloter 88 pada 1 Agustus 2019 lalu.

"Alhamdulilah, ibu sehat bisa berangkat. Sebagai anak yang pasti saya senang dan bangga dengan perjuangan ibu," ujar Dany.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini