Share

Menag Harap Tambahan Kuota Haji Berlaku Permanen

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 01:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 398 2085697 menag-harap-tambahan-kuota-haji-berlaku-permanen-6nzBmxWdBg.jpg Lukman Hakim Saifuddin. (Foto : Darmawan/MCH)

JEDDAH – Indonesia mendapat kuota tambahan sebesar 10.000 jamaah haji pada tahun ini. Total kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 231.000, terdiri atas 214.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jamaah haji khusus.

Menag berharap, tambahan kuota tersebut dipermanenkan. "Harapan kita kuota tambahan ini bisa diberlakukan untuk tahun mendatang," ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin usai memantau layanan transportasi bus dan katering dan menyapa jamaah kloter 32 Embarkasi Makassar (UPG 32) di Jeddah, Selasa (30/7/2019).

Penambahan kuota pada penyelenggaraan haji 1440 H merupakan kali ketiga. Dalam rentang 2015-2019 masa Menag Lukman Hakim sebagai Amirul Hajj, telah terjadi tiga kali perubahan kuota, yaitu: 168.800 (2015 & 2016), 221.000 (2017 & 2018), serta 231.000 (2019).

Menag kali pertama menjadi Amirul Hajj pada penyelenggaraan haji 1435 Hijriah (2014). Saat itu, kebijakan pemotongan 20% masih berlaku. Kebijakan ini diberlakukan hingga 2016 atau dua tahun pertama Menag menjadi Amirul Hajj di era Presiden Joko Widodo. Baru pada 2017, kuota haji kembali normal menjadi 211.000. Hanya, saat itu Indonesia juga mendapat tambahan dari Raja Salman sebesar 10.000 sehingga total kuotanya menjadi 221.000.

Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Foto : Darmawan/MCH)

Penambahan kuota haji 2017 ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Disebutkan Presiden bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memenuhi permintaan Pemerintah Indonesia untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211.000 untuk 2017. Selain itu, Pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan tambahan kuota haji Indonesia dan memutuskan menambah kuota 10.000. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia tahun 2017 dari 168.800 menjadi 221.000. Indonesia mengalami kenaikan sebesar 52.200 jamaah.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada September 2015, dan pertemuannya dengan Deputi Kerajaan Saudi di Guang Zho pada September 2016. Kunjungan dan pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti Menag Lukman dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Hasilnya, kuota haji Indonesia ditambah. Kuota haji sebesar 221.000 ini kemudian kembali diberlakukan pada musim haji 1439 Hijriah (2018).

Untuk musim haji tahun ini, Indonesia kembali mendapat tambahan kuota sebesar 10.000 dari Arab Saudi. Kepastian bertambahnya kembali kuota haji diperoleh paska pertemuan antara Presiden dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman di Riyadh, 14 April 2019. Penambahan kuota ini juga disampaikan langsung Presiden Joko Widodo, selang dua hari berikutnya, setelah kembali ke Indonesia.

Haji

Terus bertambahnya kuota tentu menjadi berkah tersendiri bagi Indonesia, di tengah antrean haji yang memanjang. Namun, hal itu juga menjadi tantangan dalam proses pengelolaan dan mobilisasi jamaah, mengingat sarana prasarana di Arab Saudi juga masih terbatas, belum mengalami perubahan signifikan. Masjidil Haram memang sudah direnovasi hingga lebih luas. Tenda Arafah juga sudah dibuat semipermanen. Namun, kapasitas Mina yang terbatas tentu patut menjadi perhatian.


Baca Juga : Ucapan Belasungkawa Menag Lukman atas Wafatnya Kakak Raja Arab Saudi

Hal itu juga yang menjadi concern Menag. Di setiap pertemuan dengan otoritas Arab Saudi, Lukman selalu mengusulkan pentingnya pembenahan sarana prasarana di Mina, baik tenda, apalagi toilet. Selain luas wilayahnya yang sangat sempit, diperkirakan kurang dari 1 meter per jamaah, antrean toilet Mina menjadi persoalan yang selalu mengemuka dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji.


Baca Juga : Rombongan Amirul Hajj Tiba di Saudi, Menag Imbau Jamaah Istirahat Cukup


1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini