nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pria Jambi Naik Motor Bareng Anak Balitanya ke Tanah Suci untuk Berhaji

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 19:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 29 393 2085143 cerita-pria-jambi-naik-motor-bareng-anak-balitanya-ke-tanah-suci-untuk-berhaji-VFDSNVZ6WR.jpg Warga Merangin-Jambi, Lilik Gunawan Ajak Anak Balitanya Bernama Balda Berhaji Naik Motor (foto: Ist)

MERANGIN - Lilik Gunawan punya cita-cita besar bisa berhaji. Pria asal Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi ini mewujudkannya dengan cara unik. Ia nekat berangkat ke Tanah Suci dengan sepeda motor, menempuh perjalanan darat dari Indonesia ke Arab Saudi.

Lilik tak sendiri. Ia menunggangi N-Max dengan membonceng anak bungsunya Balda yang usianya masih balita; 4 tahun. Lilik sengaja membawa Balda karena dia satu-satunya anak laki-lakinya. Dua lagi buah hatinya perempuan.

Lilik ingin kelak ketika besar nanti Balda menjadi petualang, seperti dirinya yang sosok pecinta alam dan suka naik gunung atau ekspedisi.

Baca Juga: Kisah Jamaah Haji Tuna Netra Bisa Memeluk Kakbah 

Perjalanan itu tujuannya adalah Makkah Al Mukarramah, kota suci umat Islam sekaligus pusat haji bagi Muslim seluruh dunia.

Warga Meranging-Jambi, Lilik Gunawan Ajak Anak Balitanya Bernama Balda Berhaji Naik Motor (foto: Ist)	 

Lilik meninggalkan rumahnya di Tabir Selatan pada 8 Mei 2019. Istri dan dua putrinya sudah rela melepaskan sang ayah mewujudkan cita-cita ekspedisi darat ke Tanah Suci.

Dari Merangin, mereka tancap gas hingga ke ujung Lampung lalu menyeberang ke Pulau Jawa melintasi Solo, Magetan kemudian Surabaya, Jawa Timur.

Dari Kota Pahlawan, Lilik dan Balda naik kapal laut menyeberang ke Kalimantan. Kapal bersandar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lilik melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya sampai Pontianak kemudian menuju Singkawang hingga ke Sambas, Kalimantan Barat, hingga perbatasan Malaysia-Indonesia.

Lilik kembali melanjutkan perjalanan di Malaysia, dimulai dari Border Biawak di Lundu menuju Serawak, Malaysia, kemudian lanjut ke Kuching, Sibu, Bintulu, dan Miri. Setelah itu, dia dan Balda masuk kawasan Brunei Darussalam lewat border Sungai Tujuh dan lewat Kuala Belait.

Lalu masuk Malaysia kembali lewat border Limbang, lanjut ke Lawas Sipitang, dengan waktu perjalanan dua bulan kurang satu hari.

"Masuk ke Kota Kinabalu Sabah, 7 Juli 2019, dan terbang ke Semananjung Malaysia pada 10 Juli," kata Lilik saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (29/7/2019).

Warga Meranging-Jambi, Lilik Gunawan Ajak Anak Balitanya Bernama Balda Berhaji Naik Motor (foto: Ist)	 

Karena Tak ada lagi alternatif jalur darat, sekarang posisi pria berusia 38 tahun ini sudah melewati Thailand lewat border Bukit Kayu Hitam.

"Saya dan Balda dalam konidisi baik dan prima, begitu juga dengan kendaraan yang kami gunakan dalam kondisi baik," tutur Lilik.

Menggunakan sepeda motor warna merah, pria yang aktif di media sosial ini hampir setiap hari mengunggah kegiatannya sehari-hari bersama anaknya selama diperjalanan melaui akun Facebook Jejak Palmar Jambi.

Saat ini, Lilik yang kini masih tercatat sebagai anggota DPRD Meranging dengan hobi berpetualang sudah mengarungi tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei dan selanjutnya ke Thailand Myanmar, India, Pakistan, Oman UEA dan Arab Saudi.

Selain untuk beribadah haji, perjalanan Lilik bersama Balda juga ada misi lain dengan Jargon Ride For Moms. Pria kelahiran Solo ini bertekad untuk sampai ke Makkah sebelum musim haji dengan asumsi tiba pada 8 Agustus mendatang.

Warga Meranging-Jambi, Lilik Gunawan Ajak Anak Balitanya Bernama Balda Berhaji Naik Motor (foto: Ist)	 

Ride for Moms adalah bentuk dedikasi tertinggi dia dan Balda pada ibunda tercinta, Misinya adalah menemui beberapa tokoh yang bisa membantunya dan Balda mendapatkan undangan haji (Haji furoda) untuk ibundanya.

Baca Juga: Perjuangan Kadariah Bisa Naik Haji Berkat Jualan Air Galon Rebus 

Ada beberapa tokoh yang bisa memberikan undangan haji furoda, pertama tokoh ulama di Banjarmasin, kemudian Sultan Brunei dan terakhir Raja Salman.

"Awalnya saya berencana minta penguatan pada mereka agar bisa memudahkan mendapat haji furoda ke Raja Salman tapi saya dan Balda sudah sampai Banjarmasin tapi gagal bertemu dengan tokoh tersebut karena beliau sedang di luar kota. Saya juga sudah sampai di Brunei namun juga gagal bertemu Sultan Brunei, karena padatnya acara beliau menjelang hari jadi Sultan ke 73. Sekarang tinggal raja Salman," urai Lilik.

Lilik menjelaskan, dirinya berupaya tiba di Tanah Suci sebelum puncak haji. Namun, jika waktunya tidak terkejar. Maka Lilik dan Balda akan menunaikan ibadah umrah dan berharap bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini