Share

10 Ribu Pekerja Siap Melayani Jamaah Haji 2019

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 25 398 2083610 10-ribu-pekerja-siap-melayani-jamaah-haji-2019-GSw7cEDXS1.jpg Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz. Foto/Okezone

MAKKAH – Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais menyatakan kesiapan Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk memberikan pelayanan bagi tamu Allah dalam musim haji 2019.

Syaikh Abdurrahman mengatakan pihaknya telah meluncurkan Rancangan Program Penerangan musim Haji tahun 1440 H pada Selasa (23/7) di Kantor Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Rancangan meliputi 140 program dan tersebar dalam beberapa segmen untuk peningkatan kinerja, pelatihan sumber daya manusia serta pemberian layanan selama 24 jam. Itu dilakukan demi menjamin pelayanan terbaik untuk jamaah haji Baitullah al-Haram dan pengunjung Masjid Nabawi.

“Yaitu dengan menampilkan berbagai upaya dan capaian yang diberikan oleh Kerajaan Saudi Arabia kepada Dua Tanah Suci (Makkah dan Madinah), serta perhatian terhadap para pengunjung, juga komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar dan visi 2030 serta Program Transisi Nasional 2020,” demikian isi rilis yang diterima Okezone, (25/7/2019).

Foto/Okezone

Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (DPU MHMN) itu mengisyaratkan, bahwa rancangan dibuat agar tamu-tamu Allah dapat menunaikan ibadah dengan mudah, tenang dan nyaman.

Syaikh Abdurrahman menjelaskan bahwa pelaksanaan rancangan ini dilakukan oleh 10 ribu tenaga kerja, mulai dari para pegawai DPU UMHMN, baik lelaki ataupun perempuan. Mereka adalah orang-orang yang kompetan dan terampil untuk mengawasi semua proses pelaksanaan.

Foto/Okezone

Ia menambahkan pelayan Dua Tanah Suci berusaha sepenuhnya menjaga keamanan, ketenteraman, kemudahan dan kenyamanan bagi para tamu Allah.

“Agar jamaah haji dapat berkonsentrasi melaksanakan ibadah, karena haji adalah kegiatan sakral yang tidak boleh diarahkan ke bidang lain atau untuk mengangkat slogan-slogan politik atau pun golongan tertentu atau usaha mempolitisasi haji dan mengeluarkannya dari rel syariah,” tutur Syaikh Abdurrahman.

Dia menjelaskan bahwa DPU UMHMN juga berupaya untuk menerjemahkan secara langsung khutbah Jum’at ke dalam 10 bahasa. Hal itu dilakukan agar misi Islam sampai kepada para jamaah haji yang datang dari latar negara yang berebda.

Syaikh Abdurrahman meminta kepada pegawai di DPU UMHMN agar meningkatkan sistem pelayanan di Dua Tanah Suci, dan memastikan kesiapan layanan teknis beserta perangkat manajerialnya untuk melayani Jamaah haji Baitullah al-Atiq.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini