Share

Bimbing Jamaah Haji Baca Niat, Ibu Eroh Sampai Serak

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 24 393 2083235 bimbing-jamaah-haji-baca-niat-ibu-eroh-sampai-serak-E60ixV6Iv9.jpg (Foto: Widi Agustian/Okezone)

MADINAH - Setengah berlari, Ibu Eroh menuju ke pintu ambulans yang terparkir di Bir Ali. Masuk ke dalam, dia langsung duduk di antara tiga jamaah haji yang sakit.

Dengan sigap, ibu 52 tahun ini membantu tiga jamaah lansia yang tengah sakit tersebut untuk melafalkan niat umrah, salat sunah ihram hingga membaca talbiyah dan salawat.

Ibu dari dua anak ini bernama lengkap Eroh Bahiroh. Dia merupakan petugas haji yang menjadi pembimbing ibadah di Sektor Bir Ali. Dari lima orang bimbad, begitu akronim dari pembimbing ibadah, di Bir Ali dirinya merupakan satu-satunya perempuan.

Bir Ali merupakan salah satu lokasi paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Bir Ali adalah lokasi miqat, yakni tempat jemaah haji yang berasal dari Madinah untuk mulai berihram.

Di dalam ambulans tersebut, Ibu Eroh beberapa kali membacakan niat umrah. Pertama kali, dia menuntun jamaah perempuan yang tengah sakit asma dan jamaah laki-laki yang menderita nyeri di dadanya untuk berniat.

Dia lalu membimbing seorang jamaah perempuan yang terbaring. Jamaah yang dalam kondisi pasca-stroke untuk melafalkan niat.

"Kalau ada jamaah yang sakit, kalau sakit parah, saya bimbing semaksimal mungkin (untuk) bisa melafalkan niat umroh," kata dia usai membantu jamaah tersebut di Bir Ali, Rabu (24/7/2019).

"Kalau sudah berapa kali diulang tidak mampu, yang penting dia merespons, seperti yang tadi itu, yang kemarin-kemarin kondisi yang sakit masih bisa melafalkan yang tadi tidak bisa melafalkan hanya bisa merespons mungkin bisa melafalkan niat umroh," tambah dia.

Situasi jamaah yang tidak bisa ikut melafalkan niat ini, kata dia, baru dia temui sekarang ini. "Sebelum-sebelumnya masih bisa melafalkan. Tadi diajak membaca saja susah," jeas dia.

Salah satu tantangan terberat adalah bagaimana batin kuat melihat kondisi jamaah haji yang dalam kondisi sakit tersebut. Bahkan, dia sampai membungkuk mendekatkan bibirnya ke telinga sang jamaah, agar bisa mendengar lebih jelas.

"Kuncinya itu, kita baca salawat saja. Insha Allah (lancar semua)," beber dia.

Niat umrah ini, kata dia yang sehari-hari bertugas di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten ini merupakan hal yang wajib untuk dipenuhi.

Jika tidak membaca niat, maka tidak sah umrah wajibnya. Jamaah haji Indonesia umumnya melakukan haji tamattu, di mana sebelum puncak haji didahului oleh umrah wajib.

Bahkan, suaranya sampai serak karena terkadang dirinya berkali-kali membacakan niat, talbiyah hingga salawat kepada jamaah haji yang umumnya adalah lansia.

"Niat itu harus, niat itu wajib, jika ada jamaah yang enggak niat, tidak sah umrohnya. Makanya setiap ada jemaah datang, saya upayakan sebisa saya membimbing terutama lansia, yang tidak bisa melafalkan secara fasih," kata dia.

Karena itu, dirinya memastikan satu per satu jamaah membaca niat.

"Nanti imbasnya ke saya, sebagai petugas bimbingan ibadah. Kalau saya sudah mengingatkan seluruh jemaah untuk niat dan saya sudah maksimal, ya itu saya kembalikan kepada individu masing-masing, yang penting tugas saya mengingatkan seluruh jamaah dipastikan sudah niat, karena niat hukumnya wajib," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini