Share

Cerita Nenek Tayo, Jamaah Haji Berusia 105 Tahun Asal Lombok

Widi Agustian, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 20 393 2081500 cerita-nenek-tayo-jamaah-haji-berusia-105-tahun-asal-lombok-ADXK8XrDhX.jpg Nenek Tayo, jamaah haji berusia 105 tahun asal Lombok. (Foto : Widi Agustian/Okezone)

MADINAH – Duduk di kursi roda di Seksi Khusus Masjid Nabawi, senyum Nenek Tayo Ayom Sariayu yang berusia 105 tahun itu tidak pernah lepas. Sang Nenek tampak bahagia bisa menunaikan haji.

Jika tidak mengobrol, bibirnya pasti sibuk mengucapkan zikir. "Kalau lagi diem, kita tidak ajak ngomong, zikiran aja enggak berhenti," kata petugas haji, Rubiyatun yang mendampingi Nenek Tayo di Masjid Nabawi, Madinah, Sabtu (20/7/2019).

Rubiyatun menambahkan, Nenek Tayo juga pernah bercerita kalau ada rezeki lagi, mau kembali lagi ke Tanah Suci. "Kalau masih punya harapan, punya rezeki lagi, mau balik lagi ke sini," kata dia.

Kendati sudah berusia sangat lanjut, ingatan Nenek Tayo tampak masih segar. Ditanya apapun selalu dijawab dengan baik.

Nenek sudah berapa lama di sini. "Sudah lima hari," kata Nenek Tayo.

Nenek Tayo, jamaah haji berusia 105 tahun asal Lombok. (Foto : Widi Agustian/Okezone)

Nenek Tayo merupakan salah satu jamaah haji dari Kloter 6 embarkasi Lombok. Dia tinggal di Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ketika ditanya punya anak, cucu dan cicit berapa, Nenek Tayo pun menjawab dengan lugas. Dia memiliki anak empat orang, cucu sebanak 23 orang dan cicit sebanyak 24 orang.

Ditanya lahir tahun berapa, baru si Nenek tampak berfikir. "Lupa. Tapi (lahir) zaman Belanda," kata dia.


Baca Juga : Nostalgia Wakil Menlu saat Jadi Petugas Haji

Nenek Tayo mengaku dulunya bekerja sebagai petani. Sementara soal makanan apa yang biasa dia konsumsi dan membuat dia tetap sehat, dia mempunyai jawaban yang menarik.

"Saya makan nasi. Semua makanan saya suka," kata Nenek Tayo sambil tertawa.


Baca Juga : Calhaj Asal Padang Lawas Ini Berharap Sembuh dari Lumpuh ketika di Makkah

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini