nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Kemenag Antisipasi Jamaah Haji Kehilangan Selera Makan Selama di Tanah Suci

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 15:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 398 2080598 cara-kemenag-antisipasi-jamaah-haji-kehilangan-selera-makan-selama-di-tanah-suci-1xnWsXXa1C.jpg Kemenag sosialisasi program penyelenggaraan ibadah haji dan umrah 2019 di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengantisipasi agar para jamaah haji tidak kehilangan selera makan saat melaksanakan ibadah dalam rukun Islam kelima tersebut. Antisipasi ini menjadi catatan penting bagi Kemenag guna melakukan peningkatan pelayanan ibadah haji 2019.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Nizar Ali mengatakan, pihaknya telah melakukan inovasi dengan sistem zonasi di Makkah guna mengantisipasi jamaah haji yang kehilangan selera makan tersebut.

"Orang Indonesia ini lebih nyaman berkumpul dengan yang sema daerah," kata Nizar saat sosialisasi program penyelenggaraan ibadah haji dan umrah 2019 di kawasan Senen, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Nizar memaparkan, kebiasaan jamaah haji tersebut akan menjadi celah dalam meningkatkan pelayanan. Ia pun mencontohkan, Kemenag akan menyesuaikan masakan seperti yang ada di daerah tersebut karena cita rasa lidah orang Jawa Barat berbeda dengan Sulawesi.

Kemenag sosialisasi program penyelenggaraan ibadah haji dan umrah 2019 di kawasan Senen, Jakarta, Kamis (18/7/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Selain itu, sistem zonasi daerah akan mempermudah mencari jamaah haji yang hilang. "Misalnya jamaah dari Cianjur yang kesasar. Dulu kalau cari sulit, butuh waktu. Setelah ketemu harus dibawa ke shelter khusus. Dengan sistem zonasi lebih mudah yang nyasar tinggal bilang saya dari Cianjur, dia langsung diantar ke zonanya," ujar Nizar.

Ia menambahkan, saat ini Kemenag telah menyiapkan tujuh zonasi di Makkah. Yang pertama zona Azizah yang ditempati embarkasi Lombok dengan kode LOP. Zona kedua Raudhah ditempati embarkasi Palembang dengan kode PLM dan Jakarta-Pondok Gede dengan kode JKG.


Baca Juga : Kemenag: Tambahan Kuota Haji untuk Jamaah Lansia

Zona ketiga Misfalah ditempati embarkasi Jakarta-Bekasi dengan kode (JKS). Zona keempat Jarwal ditempati embarkasi Solo dengan kode SOC. Zona kelima Mahbas Jin ditempati embarkasi Surabaya dengan kode SUB.

Zona keenam Rei Bakhsy ditempati embarkasi Banjarmasin dengan kode BDJ dan Balikpapan dengan kode BPN. Zona ketujuh Syisyah ditempati embarkasi Aceh dengan kode BTJ, Medan dengan kode KNO, Batam dengan kode BTH, Padang dengan kode PDG dan Makassar dengan kode UPG.


Baca Juga : Raja Salman Undang Kakek Uhi Tunaikan Ibadah Haji Setelah Videonya Viral

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini