Kemenag: Tambahan Kuota Haji untuk Jamaah Lansia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 18 398 2080556 kemenag-tambahan-kuota-haji-untuk-jamaah-lansia-7qxRpfLUzm.jpg Sosialisasi Haji Kemenag (foto: Fahkri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memberikan tambahan kuota 10 ribu jamaah haji kepada para jamaah dengan katagori lanjut usia (lansia).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali mengatakan, kuota haji tahun naik menjadi 231.000 orang pada 2019. Adapun sebelumnya kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 221 ribu orang.

Ia memaparkan bahwa hasil pembahasan dengan DPR kuota tambahan ini di prioritaskan khusus untuk jamaah haji berusia 75 tahun keatas.

"Jadi yang 10.000 tambahan ini dibagi dua. 5000 untuk jemaah lansia dan 5000 lagi untuk pendamping jemaah lansia," kata Nizar saat sosialisasi program penyelenggaraan ibadah haji dan umroh 2019 di Lumere Hotel, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Jamaah Haji

Ia menjelaskan, pembagian kuota tambahan ini disebar ke semua daerah berdasarkan dengan asas keadilan bagi seluruh jamaah di 34 provinsi.

"Rumusnya mengacu pada jumlah kuota masa tunggu wilayah tersebut, dibagi masa tunggu nasional, dibagi 34 provinsi. Jadi ini mengandung asas keadilan," ungkapnya.

Sehingga, dengan rumus tersebut semua lansia di setiap provinsi akan mendapat prioritas haji tambahan walaupun jumlah jamaah di setiap provinsinya berbeda-beda.

Nizar menambahkan, penambahkan kuota haji mengakibatkan jumlah kloter keberangkatan dan kembali jamaah semakin banyak. "Penambahan tahun ini 18 kloter. Dari 511 kloter tahun lalu menjadi 529 kloter tahun ini," jelasnya.

Jamaah Haji

Nizar memastikan bahwa tak ada hambatan yang terlalu signifikan dalam persiapan keberangkatan haji keloter pertama ini.

Kendati demikian, ia mencatat sudah ada dua masalah kecil dalam memberangkatkan calon jamaah haji melaksanakan ibadah rukun Islam kelimanya.

"Pertama masalah penerbangan yang kembali. Itu kan faktor keselamatan penerbangan. Dan masalah visa di Kabupaten Bandung, ini karena ada yang coba pindah kloter. Kalau ikut aturan kita nggak akan terjadi, kita sedang selidiki siapa yang bermain pindahkan kloter ini," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini