nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dehidrasi Mendominasi Penyakit Jamaah Haji

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 10:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 398 2079445 dehidrasi-mendominasi-penyakit-jamaah-haji-bCJVJQNBU8.jpg Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka. (Foto: Darmawan/MCH 2019)

MADINAH – Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka mengatakan masalah dehidrasi masih mendominasi penyakit yang melanda jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Hal itu ia temukan saat memantau ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Dia pun mengingatkan jamaah haji untuk selalu membawa air dan secara teratur meminumnya. Kemudian tidak perlu khawatir bila banyaknya cairan yang masuk bisa membuat sering buang air kecil.

"Jadi jangan takut ke toilet, yang penting masukkan airnya," kata Eka Jusuf di Madinah.

Baca juga: Jumlah Jamaah Haji Wafat Sudah Capai Enam Orang 

Dalam pelepasan keberangkatan 409 jemaah haji dan petugas asal Embarkasi Jakarta kloter JKS -01 bertolak ke Makkah dari Madinah, Eka Jusuf kembali mencanangkan Gerakan Minum Air Bersama.

Jamaah diingatkan tetap memerhatikan asupan cairan untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga ibadah haji bisa berjalan lancar.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka. (Foto: Darmawan/MCH 2019)

"Saya meminta bapak dan ibu sering minum air, sebab air yang berkurang akan menyebabkan gangguan metabolik, keseimbangan, karena asupan mineral kurang, sehingga seluruh penyakit muncul," ujar dia.

Gerakan Minum Air Bersama dimulai dengan pemberian botol air kepada dua jamaah haji di dalam hotel.

Baca juga: Menag Lukman Hakim Saifuddin Pimpin Delegasi Amirul Hajj 2019 

Eka Jusuf menuturkan, Gerakan Minum Air Bersama sudah berlangsung sejak tahun lalu. Kala itu baru sebatas imbauan, kini gerakan akan lebih digalakkan secara masif demi kebaikan jamaah haji, serta jika bisa menjadi satu budaya di antara jamaah.

Edukasi dan membangkitkan kesadaran juga akan terus diberikan kepada jamaah haji Indonesia.

"Harapan kami jadi satu budaya agar bisa tahu lebih baik mencegah daripada mengobati, jamaah haji benar-benar bisa," tutup dia. (han)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini