nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

STP Bandung Ikut Awasi Katering Jamaah Haji

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 12:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 398 2079018 stp-bandung-ikut-awasi-katering-jamaah-haji-asyowMkkNl.jpg Katering jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. (Foto: Widi Agustian/Okezone)

MAKKAH – Demi menjamin kelancaran konsumsi jamaah haji Indonesia, banyak pihak dilibatkan untuk menjadi pengawas katering, termasuk dari pihak akademisi.

Salah satu yang terlibat adalah Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Kampus ini menerjunkan personel pengawas katering ke Arab Saudi. Tujuannya untuk mengontrol kualitas konsumsi jamaah Indonesia selama masa berhaji.

Baca juga: 54.508 Jamaah Haji Tiba di Arab Saudi, 1.679 Digeser ke Makkah Hari Ini 

Pengawas Katering Haji Daerah Kerja Makkah, Ayu Nurwitasari, yang berangkat dan ditugaskan dari STP Bandung mengatakan pihaknya menerjunkan enam personel pengawas katering.

Ayu, yang merupakan ketua Program Studi Manajemen Tata Boga STP Bandung, mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas pengawas katering haji sebagai bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sejak 2014 setelah digandeng secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Katering jamaah haji. (Foto: Widi Agustian/Okezone)

"Pengawas katering ini dibagi tugasnya, empat orang di Makkah dan dua orang di Madinah, selama musim haji tahun ini," papar Ayu, Senin (15/7/2019).

Pengawas katering bertugas mengawasi 36 perusahaan katering yang memproduksi makanan untuk jamaah haji. Pengawas juga bertugas melakukan kontrol kualitas produk.

Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Disambut Langsung Pangeran Arab Saudi 

Dia menilai persiapan katering sudah sangat matang menyambut jamaah haji Indonesia yang mulai berdatangan ke Makkah.

"Justru melebihi ekspektasi dan luar biasa, grade materialnya semuanya first class. Dari mulai ketersediaan bahan hingga pengiriman paket, kualitasnya sangat layak klasifikasinya," ucap Ayu.

Selain itu dari sisi rasa, nilai gizi, kemasan, dan pengiriman yang direncanakan dua kali dalam sehari sudah sangat sesuai kebutuhan jamaah haji Indonesia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini