nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 3 Modus Pencurian di Masjid Nabawi, Jamaah Haji Harus Waspada

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 13:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 12 398 2078002 ini-3-modus-pencurian-di-masjid-nabawi-jamaah-haji-harus-waspada-vt5J9KWrTI.jpg Jamaah haji di Masjid Nabawi. (Foto: Widi Agustian/Okezone)

MADINAH – Sejumlah kasus pencurian terjadi di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Paling tidak ada tiga modus yang dilakukan oleh pelaku dan harus diwaspadai jamaah haji.

Kepala Seksi Khusus Masjid Nabawi Kusnul Hadi memaparkan, pertama, pelaku menyamar sebagai petugas haji untuk merampas harta korban. Nahasnya pelakunya adalah warga Indonesia sendiri.

"Kita tahu dia menyamar sebagai petugas, ngobrol dengan korban, bilang mau bantu. Yang dibidik adalah orang-orang yang sendirian, atau kelihatan kebingungan karena ditinggal rombongan," kata Hadi di Madinah.

Baca juga: Total 94.550 Jamaah Haji Gelombang I, 34% Sudah Tiba di Madinah 

Kedua, lanjut dia, modus pelaku berpura-pura menjadi pembimbing ibadah. Modus ini biasanya terjadi di bagian salat perempuan. Pembimbing ibadah palsu ini kemudian mencuri dari korban.

"Berpura-pura menjadi pembimbing ibadah, mengaku bisa membantu ke Raudah, padahal kita enggak butuh itu. Di wilayah perempuan antre Raudah juga banyak, barang bisa terjatuh atau kecopetan," jelas Hadi.

Jamaah haji di Masjid Nabawi. (Foto: Okezone)

Ketiga, terang dia, pelaku berpura-pura menawarkan jasa penitipan barang kepada jamaah haji Indonesia.

"Jamaah yang mendapat tawaran jasa untuk menitipkan sesuatu apalagi yang berharga, setelah kurun waktu 1–2 jam orang yang tadi menawarkan jasa tidak ada, tidak bisa dilacak," kata Hadi.

Baca juga: Ketua Kloter Harus Perhatikan Jamaah Haji Lanjut Usia 

Oleh karena itu, jamaah harus hanya meminta bantuan kepada orang yang dikenal atau petugas haji resmi.

"Petugas dibekali dengan seragam, baju, rompi, topi, dan ID card. ID card ini harus selalu melekat di petugas. Kalau ada orang yang memakai pakaian seragam tapi tidak pakai atribut perlu diwaspadai," ungkapnya.

Ia menyebutkan, setidaknya ada dua kasus besar yang pernah dilaporkan. Dua orang jamaah haji kehilangan uang senilai Rp20 juta dan Rp18 juta dalam beberapa hari terakhir.

"Yang kehilangan Rp 18 juta itu masih muda, tahu-tahu tasnya sudah terbuka," kata Hadi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini