nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Alquran di Era Khalifah Usman bin Affan

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 13:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 11 395 2077532 mengintip-alquran-di-era-khalifah-usman-bin-affan-rn0rHZ3OpZ.jpg Alquran era Khalifah Usman bin Affan (Foto: Widi Agustian/Okezone)

MADINAH - Alquran di era Khalifah Ketiga, Usman bin Affan memiliki ciri tersendiri. Alquran di zaman tersebut, tidak memiliki harakat dan titik.

Salinan Alquran ini dipajang Museum Alquran atau The Holy Quran Exhibition. Dipajang dengan frame kaca lengkap. Aslinya, Alquran ini berada di museum di Kota Istanbul, Turki.

Allah SWT menjaga Alquran dengan dua cara, yakni dengan tulisan dan dengan hapalan. Dengan tulisan, sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, selama 23 tahun lamanya, beliau membacakan kepada sahabat. Lalu para sahabat tersebut menuliskan pada benda-benda dan alat-alat yang ada pada saat itu. Misalnya di atas pelepah kurma, di atas bebatuan dan di atas tulang.

Baca Juga: Gigihnya Sopir Kanvas Keliling Berjuang untuk Naik Haji

Pada zaman khalifah pertama, yakni Abu Bakar as Siddiq melihat banyak kaum muslimin penghapal Alquran yang wafat di medan perang. Lalu disusun Alquran.

"Kemudian hal tersebut kembali terjadi di zaman khalifah ketiga, Usman bin Affan," tutur dia.

Usman bin Affan menyusun Alquran karena Islam sudah menyebar luas ke seluruh dunia. Mulai banyak orang-orang non Arab masuk Islam,

"Biasa kalau orang-orang non Arab lebih banyak salahnya (dalam membaca Alquran) daripada orang Arab," kata dia.

Akhirnya, karena beliau melihat banyak sekali kesalahan dalam membaca Alquran, akhirnya beliau melakukan standardisasi penulisan Alquran.

"Kemudian beliau meyalin beberapa salinananya, dan salinanya di depan ini," kata dia.

Baca Juga: Cerita Nenek Penjual Kacang Rajin Menabung hingga Bisa Berangkat Haji

(Ari)

Berita Terkait

Info Haji 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini