nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Nenek Penjual Kacang Rajin Menabung hingga Bisa Berangkat Haji

Antara, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 10 393 2076952 cerita-nenek-penjual-kacang-rajin-menabung-hingga-bisa-berangkat-haji-wURqNZCJS2.jpeg Nenek Sunak Mutiha Djumakah sang penjual kacang yang tahun ini berangkat haji. (Foto: Hanif Nashrullah/Antaranews)

SURABAYA – Nenek berusia 64 tahun yang sehari-harinya berjualan kacang asal Kota Probolinggo, Jawa Timur, bernama Sunak Mutiha Djumakah akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji sekaligus mewujudkan impiannya sejak dulu.

"Alhamdulillah, alhamdulillah. Semoga di sana sehat dan menjalankan ibadah dengan baik," ujar Nenek Sunak ketika ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa 9 Juli 2019, sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Baca juga: Kisah Sama bin Japa Jadi Tukang Batu hingga Kuli di Malaysia demi Berhaji

Warga Jalan Cokroaminoto tersebut berjualan kacang setelah suaminya meninggal dunia 14 tahun lalu. Ia bahkan tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji karena pernah dagangannya tidak laku saat awal-awal berjualan dahulu.

Nenek Sunak yang kini dikaruniai dua cucu dari anak semata wayangnya kemudian belajar kepada seseorang temannya cara membumbui kacang agar laku dijual.

Jamaah haji di Makkah. (Foto: Kemenag.go.id)

"Saya beli kacang 1 kilogram, lalu saya kupasi kulitnya, kemudian diberi bumbu, dikemas pakai plastik, dan saya jual Rp400 dengan dititipkan ke warung-warung kopi sekitar rumah. Warung-warung yang saya titipi menjualnya Rp500," cerita dia.

Penghasilan Nenek Sunak per hari sekira Rp20 ribu. Lalu dikelola untuk membeli bahan jualan keesokan harinya dan sisanya ditabung.

Baca juga: Cerita Petugas Haji 13 Tahun Tinggalkan Keluarga demi Melayani Tamu Allah 

Sekira 10 tahun lalu, kata Nenek Sunak, ketika tabungannya mencapai Rp1 juta, kemudian langsung mendaftar ibadah haji.

"Saya tidak tahu cara daftarnya. Ada seorang teman yang mengantarkan mendaftar ke BRI. Anak saya sendiri semula tidak tahu kalau mendaftar haji," ungkapnya.

Total biaya haji Rp36 juta tidak terasa dilunasinya dengan cara mengangsur selama berbulan-bulan setiap tahun dari sedikit uang hasil berjualan kacang yang dikumpulkan.

Nenek Sunak mengaku membayar angsuran dengan jumlah yang tidak pasti, terkadang Rp300 ribu per bulan, bahkan pernah berbulan-bulan tidak bisa mengangsur karena uangnya belum terkumpul.

Baca juga: Mengharukan, Pria Ini Berhaji Sambil Urus Ibu dan Mertua di Tanah Suci 

Jamaah haji Indonesia. (Foto: Okezone)

"Bayar angsuran biaya haji itu bisa sampai tiga bulan sekali atau lebih. Terakhir saya melunasi biaya haji membayar Rp3,5 juta saat mendapat panggilan mau berangkat haji," katanya.

Sementara itu, Nenek Sunak tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Surabaya yang pada Senin 8 Juli 2019 malam memasuki Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Berdasarkan jadwal, Nenek Sunak akan terbang ke Tanah Suci melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo pada malam ini sekira pukul 21.25 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini