nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kloter Haji Berbasis Wilayah Mudahkan KUA Bimbing Manasik

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 17:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 04 398 2051542 kloter-haji-berbasis-wilayah-mudahkan-kua-bimbing-manasik-cJErtd5qAy.jpg Ilustrasi jamaah haji. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

JAKARTA – Tahun ini Kementerian Agama mengambil kebijakan penyusunan kelompok terbang (kloter) murni berbasis wilayah (kabupaten/kota). Sebelumnya, penyusunan kloter juga memerhatikan sebaran jamaah kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali menegaskan, kebijakan ini untuk mempermudah dan lebih memberdayakan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pelaksanaan bimbingan manasik.

"Dengan basis wilayah, maka lokasi pembinaan manasik jamaah lebih dekat dengan KUA tempat tinggalnya, atau tidak lintas kabupaten/kota," tegas Nizar di Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Penegasan Nizar ini sekaligus menjawab adanya keberatan sejumlah KBIH. Nizar mengakui bahwa dengan penyusunan kloter berbasis wilayah, KBIH yang mempunyai jamaah lintas kabupaten, berpotensi tidak bisa mengumpulkan semua jamaahnya dalam satu kloter seperti yang terjadi selama ini. Meski demikian, Nizar memastikan bahwa saat di Tanah Suci, KBIH tetap dapat melayani seluruh jamaahnya.

"Bahkan, KBIH akan lebih mudah melayani jamaahnya. Sebab, penempatan jamaahnya dipastikan berada dalam satu zona di Makkah. Sementara di Madinah berada di wilayah Markaziyah yang radiusnya dekat dengan Masjid Nabawi," ujar Nizar.

Ilustrasi jamaah haji. (Foto: Ist)

"Penyusunan kloter berbasis wilayah juga akan memberikan kemudahan KBIH dalam berkoordinasi. Juga mengatasi kendala bahasa, dan menu kedaerahan," lanjutnya.

Nizar menambahkan, jamaah haji Indonesia tahun ini akan ditempatkan dalam sistem zonasi selama berada di Makkah. Ada tujuh zona penempatan yang diatur dalam Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 135 Tahun 2019 tentang Penempatan Jamaah Haji Indonesia di Makkah dengan Sistem Zonasi Berdasarkan Asal Embarkasi Tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi.

Penempatan jamaah haji Indonesia di Makkah didasarkan asal embarkasi dan dibagi dalam tujuh zona atau wilayah berikut:

1. Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG).

2. Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta–Pondok Gede (JKG).

3. Misfalah: Embarkasi Jakarta–Bekasi (JKS).

4. Jarwal: Embarkasi Solo (SOC).

5. Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB).

6. Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan.

7. Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP).

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini