alexametrics

Kemenag Mulai Seleksi Calon Petugas Haji 2019

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 25 Februari 2019 - 11:31 wib
(Seleksi Calon Petugas Haji 2019 di Kankemenag Yogyakarta, Senin (25/2/2019). (Foto : Dok Kemenag))

JAKARTA – Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag mulai melakukan seleksi calon petugas haji 1440 H/2019, hari ini, Senin (25/2/2019). Seleksi dilakukan secara berjenjang, dari Kantor Kemenag Kabupaten/Kota hingga Kanwil Kemenag Provinsi dan Satker Eselon I Kemenag pusat.

"Hari ini seleksi digelar serentak di Kankemenag Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia," tutur Direktur Bina Haji Kemenag, Khoirizi H Dasir, saat ikut menyaksikan proses seleksi di Kankemenag Yogyakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima.

Menurutnya, petugas haji terbagi dua, yaitu kloter dan nonkloter. Seleksi dilakukan untuk memilih keduanya.

Jamaah haji Indonesia terbagi menjadi 511 kloter. Setiap kloter ada lima petugas, yaitu: tiga petugas kesehatan (dokter dan perawat), serta masing-masing petugas pemandu haji dan pembimbing ibadah haji Indonesia.

"Untuk petugas kloter, total ada 1.022 orang yang direkrut Kemenag, dan 1.533 orang yang direkrut oleh Kemenkes. Jadi, untuk komposisi petugas kloter terdiri 40% petugas Kemenag dan 60% petugas Kemenkes," ujarnya.

Seleksi Calon Petugas Haji 2019 di Kankemenag Yogyakarta, Senin (25/2/2019). (Foto : Dok Kemenag)

Untuk petugas nonkloter, lanjut Khoirizi, jumlahnya 1.226 orang, terdiri atas 914 petugas yang direkrut Kemenag dan 312 petugas yang direkrut Kemenkes. Sebanyak 914 petugas Kemenag terdiri atas Kemenag dan unsur instansi terkait, antara lain: TNI/Polri, Media Center Haji (MCH), unsur perguruan tinggi, masyarakat, BPS, Konsultan Ibadah, dan lainnya.

"Selama di Saudi, 914 petugas nonkloter akan bertugas pada bidang layanan: umum yang mencakup akomodasi, transportasi, dan konsumsi. Juga layanan bimbingan ibadah, perlindungan, keamanan, termasuk publikasi," tuturnya.

"Sementara 312 nonkloter Kemenkes akan fokus pada layanan kesehatan jamaah haji," katanya.

Seleksi tingkat Kankemenag Kab/Kota berlangsung sehari dalam bentuk tes tertulis. Dijelaskan Khoirizi, total ada 100 soal, dengan komposisi: pengetahun manasik (fiqh) 15%, manasik lanjutan 15%, umum 15%, regulasi perhajian 15%, akomodasi haji 10%, transportasi haji 10%, konsumsi haji 10%, dan siskohat 10%.

"Total ada 100 soal. Untuk regulasi dan soal pelaksanan seleksi dibuat pusat. Pelaksanaan sepenuhnya dilakukan Kankemenag Kab/Kota," ucapnya.

"Pengawasan proses seleksi dilakukan oleh KPHI dan Itjen Kemenag," katanya.

(erh)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini