alexametrics

Simak Statistik Penyelenggaraan Ibadah Haji 2018

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis, 4 Oktober 2018 - 08:10 wib
(Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar. (Foto: Amril Amarullah/Okezone))

JAKARTA – Statistik penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 dijelaskan dalam materi pembuka Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar, saat memaparkan Overview Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2018. Bersama Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Nizar menjadi pemateri yang paling ditunggu oleh para peserta.

Dia mengawali data kuota jamaah haji tahun 2018. Dari total kuota haji Indonesia sebanyak 204.000 orang yang berangkat 203.351 orang. Jumlah jemaah perempuan 112.819 orang lebih banyak dari laki-laki yang hanya 90.532 orang. Selain itu Nizar juga menguraikan berbagai latar belakang jemaah haji mulai dari pendidikan, pengalaman berhaji, pekerjaan, hingga kelompok usia.

"Jamaah yang sudah pernah berhaji hanya 2.982 orang yang setara dengan 1,5 persen," kata Nizar di Jakarta, Selasa 2 Oktober 2018.

(Baca juga: Ini Hasil Pemantauan Operasional Haji 2018 terkait Kepuasan Jamaah)

Petugas haji, menurut Nizar, juga akan disesuaikan dengan beban kerja dan tugas fungsinya. "Total petugas haji mencapai 4.756 orang terdiri dari petugas yang menyertai jemaah (petugas kloter) dan PPIH Arab Saudi," imbuhnya.

Inovasi layanan haji 2018 berawal dari rekomendasi evaluasi haji 2017. Termasuk pada 2018 pembentukan Petugas Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji yang dikenal dengan 3P-JH. Efektivitas 3P-JH, masih menurut Nizar, sangat dirasakan tahun ini dan akan dikaji untuk ditingkatkan secara kuaaitatif dan kuantitatif.

"Kami juga mencoba membandingkan gambaran umum penyelenggaraan haji dari tahun 2017–2019," ujar Guru Besar UIN Yogyakarta ini.

Misal dalam masalah pengadaan petugas haji, menurut Nizar pada tahun 2019 rekrutmen petugas haji akan dimulai lebih awal. "Kita akan coba lebih awal melakukan seleksi. Semua akan terpusat di Kemenag," tegasnya.

(Baca juga: Kesan Menag Lukman saat Masuk Ruangan Dalam Kakbah)

Selain itu beberapa hal juga tidak luput dari daya kritis dan kreasi Dirjen yang dikenal gesit ini. Pengkloteran jemaah akan disempurnakan, sistem sewa hotel akan diperbaiki, penempatan jemaah berbasis zonasi asal daerah sekaligus menu makan yang akan disesuaikan dengan daerah asal jemaah. Layanan kesehatan, peningkatan koper jemaah, pengembangan sistem pelaporan berbasi teknologi informasi, serta strategi manajemen krisis juga akan digarap serius oleh Kemenag.

"Evaluasi ini tidak lepas dari petas masalah dan kendala implementasi 10 inovasi haji 2018 untuk membuat rekomendasi rencana aksi inovasi 2019," tutur Nizar.

Dia mencontohkan seperti layanan fast track yang berjalan baik tapi belum diikuti kebijakan transportasi jamaah dari bandara ke hotel sehingga jemaah dan koper bagasi tercampur antar rombongan. Kemenag merencanakan layanan fast track akan dilakukan untuk semua embarkasi dengan penyempurnaan layanan turunan lainnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini