alexametrics

Ini Hasil Pemantauan Operasional Haji 2018 terkait Kepuasan Jamaah

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis, 4 Oktober 2018 - 07:56 wib
(Inspektur Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan. (Foto: Amril Amarullah/Okezone))

JAKARTA – Salah satu sesi materi dalam Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2018 menghadirkan dua narasumber kunci. Mereka yang tampil secara panel Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta Inspektur Jenderal Kementerian Agama.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan, dalam materi Laporan Pemantauan Operasional Haji Tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi memaparkan materi dengan sangat apik layaknya kuliah umum. Tampil setelah Dirjen PHU Nur Kholis menyoroti hasil pemantauan operasional haji yang dilakukan oleh Tim Pemantauan Itjen.

"Dua hal yang menjadi titik berat pemantauan operasional haji, yaitu unsur peranti dan unsur substansi," kata Nur Kholis mengawali materinya di Hotel Merlynn Park Jakarta, Selasa 2 Oktober 2018.

(Baca juga: Kemenag Kembangkan Sistem Pembayaran Non-Teller Haji)

Nur Kholis yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas sekretaris jenderal menjelaskan metode dan teknik pengumpulan data pemantauan.

"Metode pemantauan melalui survei, pengamatan (observasi) langsung di lapangan, dan wawancara dengan teknik random sampling," lanjut Nur Kholis yang juga merupakan guru besar di UIN Yogyakarta.

Nur Kholis juga menguraikan pemilihan sampel dari total populasi jamaah haji sebanyak 221.000 orang. Jumlah sampel ditentukan minimal 662 margin error 1 persen sesuai kaidah metodologi penelitian. "Rentang nilai yang didapatkan saat survei Itjen 57 persen sampai dengan 100 persen," jelasnya.

Berdasarkan paparan yang disampaikan oleh Irjen, hasil pemantauan dihasilkan bervariasi dari penilaian kepuasan jamaah dari 698 sampel dalam berbagai bidang layanan. Kepuasan jamaah atas layanan di Makkah dalam pembimbingan ibadah 57 persen, kepuasan layanan bus antarkota 65 persen, dan kepuasan layanan bus shalawat mencapai 70 persen.

Sedangkan penilaian kepuasan persiapan haji tercatat 89 persen, layanan perlindungan haji 90 persen, dan pelaksanaan ibadah 95 persen. Sementara penilaian yang mencapai lebih dari 95 persen dibukukan pada pelayanan akomodasi Makkah 97 persen, katering Makkah 98 persen.

(Baca juga: Total Jamaah Meninggal pada Musim Haji 2018 Sebanyak 385 Orang)

Penilaian kepuasan layanan puncak haji juga berada pada beberapa level data survei yang dilakukan kepada 703 orang. Kepuasan jamaah dengan operasional Mina hanya 68 persen, Arafah 83 persen, dan Muzdalifah 87 persen. Sedangkan kepuasan jemaah terhadap pelaksanaan ibadah di Mina 96 persen, Muzdalifah 98 persen, dan Arafah 100 persen.

Khusus pada pelayanan di Madinah tim Inspektorat mendapatkan sampel 728 orang. Layanan transportasi mendapat nilai kepuasan 67 persen, nilai akomodasi 75 persen, persiapam ibadah 84 persen, pelaksanaan ibadah 94 persen, dan kepuasan jamaah haji khusus mencapai 94 persen.

Beberapa catatan juga diurai oleh Nur Kholis. Dia membagi catatan pemantauan dalam beberapa wilayah layanan Makkah, Madinah, dan Armuzna.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini