alexametrics

Angka Kematian Jamaah 2018 Terendah dalam 3 Tahun Terakhir

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 24 September 2018 - 15:07 wib
(Foto: Antara)

MADINAH - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan Untung Suseno menyatakan, bersyukur penyelenggaraan haji 2018 sukses. Hal itu ditandai dari hasil evaluasi angka kematian jamaah menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah hasil evaluasi memang menunjukkan angka-angka yang lumayan baik. Kalau dihitung specific death rate-nya malah ini yang paling rendah," kata Untung di KKHI Madinah, Senin, (24/9/2018).

Untung mengatakan, kalau dilihat dari jumlah kematian saja angkanya hampir sama dengan dua tahun lalu, padahal saat itu jumlah jamaahnya 160 ribu orang sedangkan saat ini 221 ribu.

Jadi menurutnya, bahwa perbaikan sistem dan perbaikan sarana prasarana berhasil menurunkan angka kematian.

Untung menjelaskan, penyebab kematian yang paling tinggi tahun ini bukan penyakit jantung, tapi paru-paru.

Ini juga menunjukkan bahwa KKHI berhasil menjalankan pengawasan istitaah dari tempat jamaah tinggal di daerah masing-masing sampai ke embarkasi, kemudian Arab Saudi dan kembali lagi ke debarkasi.

"Jadi benar-benar dijaga jamaah-jamaah semua yang sudah kita tentukan beresiko tinggi. Kita kawal dengan pembinaan kesehatan yang baik, cepat tanggap," tuturnya.

Selain itu, sambung Untung, sekarang ini tim TGC itu bergerak tidak seperti tahun lalu. Sekarang bila ditemukan orang dalam keadaan tidak sadar langsung dilakukan tindakan infus, tidak menunggu ada transportasi dulu. Langsung ditangani di tempat dengan rejimen yang lebih baik sehingga angka kematiannya memang menurun drastis.

Ia juga mengapresiasi pelayanan di RS Arab Saudi yang menurutnya sudah baik sekali. "Mereka memberikan pelayanan terbaik dengan peralatan yang sangat baik dan tanpa biaya. Dan ditangani dengan dokter-dokter yang terkenal di daerah Timur Tengah,"

Tahun ini kita dapat tiga penghargaan, dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Makkah, kemudian Dirjen Pelayanan Kesehatan di Madinah, dan dari Kerajaan Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia atas kinerja yang baik yang dilakukan tim kesehatan haji.

"Cara kita memberikan pertolongan agak berbeda dengan negara-negara lain. Di sini kita memberikam pertolongan dengan cepat dan tepat sehingga alhamdulillah lebih baik dari tahun-tahun kemarin," pungkasnya.

Seperti diketahui, hingga Senin, 24 September, satu hari jelang akhir pemulangan, total jamaah yang meninggal mencapai 381 orang, terdiri 263 meninggal di Makkah, 73 di Madinah, 24 di Mina.

Menurut catatan Siskohat Dirjen PHU Kementerian Agama, pada 2016 jumlah jamaah wafat sebanyak 342 orang. Jumlah itu setara dengan 0,20 persen dri total 168 jamaah. Sementara pada 2017, yang wafat sebanyak 657 jamaah, atau 0,32 persen dari total 203.065 jamaah.

Tahun ini, hingga Senin (24/9) pagi waktu setempat sebanyak 381 jamaah wafat. Jumlah itu setara 0,18 persen dari jumlah total 203.351 jamaah yang berangkat. Merujuk prosentase tersebut, kematian jamaah tahun ini secara proporsional memang masih lebih sedikit ketimbang dua tahun lalu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini