nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Haji Indonesia Banjir Pujian

Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu 23 September 2018 06:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 23 398 1954345 petugas-haji-indonesia-banjir-pujian-zW9B2oM62a.jpg Petugas Haji (Foto : Amril Amarullah/Okezone)

MAKKAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menuai beragam sanjungan dari berbagai pihak. Pengelolaan haji Indonesia ini dinilai berhasil. Bahkan Komite Haji Arab Saudi menilai Indonesia memiliki keunikan dalam pengelolaan haji, sehingga tidak heran jika negara lain dirasa perlu belajar banyak dari cara Indonesia mengelola haji.

Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Arab Saudi untuk Asia Tenggara, Ehsan A. Bouges mengakui, cara Indonesia mengelola ibadah haji dari Tanah Air begitu sistematis dan unik dibandingkan negara-negara lain.

Kerja-kerja pelayanan haji pemerintah Indonesia membuat koordinasi kian mudah dan penanganan pelaksanaan ibadah haji bisa lebih terkendali.

"Saya kagum dengan pendataan haji Indonesia yang tergolong rapi. “Kalian punya sistem. Ini hal yang tak dipunyai pengelola haji negara lain,” ucap dia.

Ia mencontohkan, saat petugas atau pekerja medis Saudi menangani jamaah dari Indonesia, mereka tinggal mengirim nomor paspor jamaah bersangkutan ke pihak Panitia Penyelenggaraan Ibadan Haji (PPIH) Arab Saudi baik dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan.

Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Arab Saudi untuk Asia Tenggara, Ehsan A. Bouges (Foto : Amril Amarullah/Okezone)

Berdasarkan nomor paspor itu, pihak Saudi bisa langsung mengetahui data jamaah terkait mulai dari data pribadi hingga riwayat kesehatannya dan mengambil tindakan.

“Saya bertemu dengan banyak misi haji dari negara lain, dan mereka bahkan tak memiliki laporan lengkap soal jamaah,” kata dia. Ia menilai, petugas-petugas haji Indonesia juga sangat mudah diajak bekerjasama dan sangat suportif dalam membantu pelayanan haji.

Bukan hanya Arab Saudi maupun negara lain yang mengelu-elukan PPIH, bahkan jamaah haji Indonesia pun kagum dibuatnya.

Contohnya, Emi Masruroh, jamaah Kloter SOC-027 menyatakan puasa untuk pelayanan tahun ini, berbeda sekali pada 4 tahun lalu, ketika ia pertama kali naik haji.

"Ini kedua kalinya saya naik haji, waktu itu tahun 2014, dan Alhamdulillah tahun 2018 ini saya merasakan perbedaan signifikan dalam hal pelayanan, terutama makanan dan hotel," kata Emi ditemui Okezone beberapa waktu lalu.

Di samping itu, secara tulus ia juga mendoakan agar upaya yang dilakukan seluruh petugas bernilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Senada dikatakan Harisno, jamaah JKG 03 Tangerang Selatan, secara umum puas dengan pelayanan petugas haji terhadap jamaah. Apa yang dilakukan pemerintah sudah optimal, banyak peningkatan. Hanya ada beberapa yang perlu perbaikan, seperti pengadaan tas koper agar tahun depan yang diberikan ke jamaah harus lebih berkualitas dari yang ada sekarang.

Sementara jamaah lainnya, pasangan suami istri Cahyo Widodo dan Tri Suprihatin, sepakat bahwa layanan sudah bagus. “Apalagi layanan kesehatan, kami mudah mendapatkan obat,” ungkap keduanya sumringah.

Keduanya pun mengaku sangat senang dengan layanan yang diberikan selama di Tanah Suci, ketika jamaah mengalami kendala, petugas begitu cepat bertindak, apalagi ketika ia kehilangan barang, tidak butuh waktu lama sudah kembali ditemukan.

Secara terpisah, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Muhammad Khanif menyatakan puas dengan kinerja petugas PPIH Arab Saudi, khususnya di Daker Madinah yang sudah menjalankan tugas dengan baik.

"Alhamdulillah, koordinasi antar unit, baik dalam maupun luar itu luar biasa sekali sangat baik sekali," kata Khanif kepada Okezone.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Muhammad Khanif (Foto : Amril Amarullah/Okezone)

Bahkan, kata Khanif, Kepolisian Daerah Madinah untuk pertama kalinya mendatangi kantor haji Indonesia dan menyatakan terimakasih, karena kehadiran petugas di Masjid Nabawi sangat membantu sekali dalam memberikan penyuluhan maupun penertiban jamaah Indonesia, khususnya saat di Raudhah.

(Baca Juga : Menakar Sukses Haji 2018 (1))

(Baca Juga : Menakar Sukses Haji 2018 (2-Habis))

Meskipun berjalan dengan baik, diakui Khanif masih ada sejumlah kendala di lapangan yang perlu perbaikan. "Perbaikan di sejumlah titik pasti ada, tentu ini menjadi evaluasi tahun depan. Tolak ukur kita bekerja bukan melihat tahun lalu, tapi bagaimana kita bekerja untuk tahun depan agar lebih baik lagi," tuturnya.

(Baca Juga : Kemenag: Jamaah Haji Wafat Tahun Ini Menurun Hampir 50 Persen)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini