alexametrics

Jamaah Haji Terkesan dengan Serangkaian Inovasi Kemenag di Tanah Suci

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu, 22 September 2018 - 20:05 wib
(Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi (foto: Wijayakusuma/Okezone))

BEKASI - Penyelenggaraan Ibadah Haji 2018 dinilai berhasil memberikan pelayanan optimal kepada para jamaah asal Indonesia, dalam menunaikan rukun Islam kelima. Kerjasama yang baik antara pihak terkait serta beragam inovasi yang dilakukan Kementerian Agama, menjadi poin penting penunjang keberhasilan tersebut.

Sebagai salah satu jamaah haji asal Bekasi dari kloter 88, Arif Rahman Hakim. Warga Kaliabang Bungur RT 04 RW 02 Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat itu mengungkapkan, kepuasannya selama menjalani ibadah haji di Makkah dan Madinah.

Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi ( foto: Wijayakusuma/Okezone)	  Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi ( foto: Wijayakusuma/Okezone) 

"Sangat menyenangkan. Pelayanan di sana sangat optimal dan cukup memuaskan. Penyelenggara di Indonesia saat ini cukup bagus dan pelayanan dari Pemerintah Saudi juga cukup maksimal. Jadi saya rasa sangat memuaskan," kata Arif kepada Okezone, Sabtu (22/9/2018).

Arif yang berangkat ke Tanah Suci pada Agustus 2018 lalu menyebutkan, tidak ada kendala berarti yang ditemuinya selama menunaikan ibadah haji, sebagaimana yang sempat dialami jamaah haji tahun-tahun sebelumnya. Hal-hal seperti konsumsi, transportasi hingga ruang sanitasi, diakui tersedia dengan cukup baik.

"Semua berjalan dengan baik. Hanya ada sedikit saja, seperti keterlambatan kendaraan sama menumpuknya jamaah haji. Tapi semua masih bisa terkendali dengan baik oleh petugas di sana," akunya.

Arif mengaku, selama 38 hari menunaikan ibadah haji, dirinya sangat terkesan dengan semua pengalaman spiritual yang dialami hampir di setiap lokasi ibadah.

"Semua terkesan. Tidak satu titik tempat ibadah yang tidak terlangkahi. Yang paling terkesan saat di Padang Arafah dan di kota Mekkah dan Madinah saat ziarah di makam Rasulullah," ujarnya.

Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi ( foto: Wijayakusuma/Okezone)   Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi ( foto: Wijayakusuma/Okezone) 

Keberadaan pohon Soekarno di Padang Arafah yang menjadi salah satu inovasi Kementerian Agama, diakui Arif sangat membantu para jamaah dari sengatan matahari yang bersuhu tinggi.

"Sangat adem di bawah pohon Soekarno. Ini jelas sangat bermanfaat untuk jamaah haji yang sedang ada di Arafah, mengingat cuaca sangat panas," paparnya.

Sebelum bertolak ke tanah air, tak lupa Arif memboyong sejumlah oleh-oleh untuk sanak saudara, di antaranya air zam-zam dan baju gamis. Selanjutnya Arif dan sekitar 400 rombongan kloter 88, tiba di tanah air, Jumat 21 September 2018 sekira pukul 21.00 WIB.

"Semua rombongan lengkap, tidak ada yang tertinggal. Sampai di bandara, langsung pulang," katanya.

Ke depannya, Arif berharap pemerintah dapat terus meningkatkan pelayanan ibadah haji, dengan menciptakan inovasi-inovasi lain yang lebih baik dan optimal dalam pelaksanaannya.

  Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi ( foto: Wijayakusuma/Okezone)   Arif Rahman Hakim, Jamaah Haji Asal Kota Bekasi ( foto: Wijayakusuma/Okezone) 

"Harapan saya untuk pelayanan ibadah haji agar lebih baik lagi ke depan, baik di Indonesia dan Arab Saudi. Semoga kerjasama yang terjalin juga dapat lebih baik lagi," imbuhnya.

Sekadar diketahui, sejumlah inovasi yang dikeluarkan Kementerian Agama, dianggap mampu mengurangi beban jamaah haji, selama berada di tanah suci Mekkah dan Madinah.

Di antaranya percepatan keimigrasian, dimana rekam geometrik dilakukan di embarkasi tanah air, penanaman pohon Soekarno di Padang Arafah, serta penyewaan full musik untuk sebagian hotel di Madinah.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini