alexametrics

Pengakuan Jamaah Haji: Cek Imigrasi Cuma 5 Menit hingga Digendong Petugas

Anggun Tifani, Jurnalis · Sabtu, 22 September 2018 - 17:44 wib
(Jamaah Haji Indonesia Asal Binong, Sulistindani bersama Suaminya saat di Tanah Suci (foto: Anggun/Okezone) )

TANGERANG - Penyelenggaraan jemaah Haji 2018 dianggap baik oleh sejumlah jemaah haji Indonesia. Hal yang menjadi inovasi pada penyelenggaraan haji tahun ini, ialah pengecekan keimigrasian. Tahun ini petugas haji dari Arab Saudi, turun langsung ke Bandara Soekarno-Hatta untuk memberikan pelayanan tersebut.

Salah seorang jemaah haji yang baru pulang pada Rabu, 29 Agustus 2018 lalu, yakni Sulastindani (50), jemaah kloter 02 JKG asal Binong, Kabupaten Tangerang ini, merasakan bahwa pelayanan penyelenggaraan haji pada tahun ini, sudah baik adanya.

Perempuan yang akrab disapa Dani ini mengungkapkan, hal itu khususnya pada penyelenggaraan pelayanan cek keimigrasian. "Iya itu kan baru tahun ini ya ngeceknya di Indonesia. Walaupun antri, tapi nggak sampai lima menit udah selesai kok pelayanannya," ucapnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/9/2018).

"Alhamdulillah baik itu dari Kemenag dan dari Pemerintah Arab Saudi semuanya melayani dengan baik. Salah satunya pelayanan untuk makan, itu juga tertangani dengan baik," ujar Dani.

Jamaah Haji asal Binong, Sulastindani bersama Suami saat di Tanah Suci (foto: Anggun/Okezone)	Jamaah Haji asal Binong, Sulastindani bersama Suami saat di Tanah Suci (foto: Anggun/Okezone) 

Dani juga mengapresiasi tiap-tiap petugas haji yang melaksanakan tugasnya dengan baik. Salah satu kenangan yang masih dia ingat, ialah saat dirinya usai melakukan rukun lempar Jumroh.

"Saya ingat waktu itu ada jemaah yang nggak kuat lagi buat jalan. Akhirnya ada petugas yang gendong, dari bis pula petugas itu gendongnya, karena abis lempar jumroh jemaahnya sakit," ungkapnya.

Diakui Dani, semua petugas pelayanan haji tahun ini, sangat profesional dalam bekerja. "Yang saya salut dimuka petugas petugas haji itu g ada yg kesel. Semuanya ikhlas nolongin apalagi yg bantu yg udah sepuh, luar biasa," pungkasnya.

Sementara salah satu warga Cipondoh, Kota Tangerang, Nurhayati (55) turut juga mengakui bahwa penyelenggaraan haji tahun ini baik adanya. "Iya pelayanan yang ngecek sidik jari itu cepat kok. Ya antri mah wajar yah, tapi bagus pelayanannya cepat," ucapnya.

Namun sayang, setiap perjalanan haji Nurhayati tak dapat dia abadikan lewat kamera ponsel, seperti kebanyakan jemaah haji lainnya lakukan. Hal itu terjadi, lantaran ia tak bisa mengoperasikan ponsel.

"Ke sana aja saya enggak bawa HP kayak orang-orang. Enggak punya foto, apa ya jadi gak ada punya kenangan yang bisa diabadiin. Tapi enggak apa-apa lah, itu tetap selalu saya kenang dalam hati aja, atuh ini impian saya, impian setiap umat muslim pasti ya," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini