alexametrics

Duka Mursini Pulang ke Tanah Air Tanpa Suami yang Meninggal Usai Wukuf di Arafah

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 17 September 2018 - 16:07 wib
(Jamaah haji pulang ke Indonesia. Foto: Okezone/Amril Amarullah)

MADINAH - Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) PPIH Arab Saudi, mendata hingga Minggu, (16/9/2018) jumlah jamaah meninggal dunia di Arab Saudi telah mencapai angka 347 jamaah.

Angka tersebut jauh lebih sedikit ketimbang tahun 2017 yang mencapai 657 orang meninggal. Mereka yang ditinggal keluarganya di Tanah Suci tentu meninggalkan duka mendalam, terlebih ketika pulang ke Tanah Air tidak lagi bersama orang yang dicintai.

Salah satunya dialami Mursini (65), yang ditinggal suaminya Endang Sunarya (73) meninggal dunia ketika usai melaksanakan puncak haji atau wukuf di Arafah.

Saat ditemui di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Mursini nampak termenung, duduk sendirian mengenakan kursi roda menjelang keberangkatan ke Tanah Air di paviliun Bandara Madinah, Minggu (16/9/2018). Di samping kursi rodanya ada dua koper jinjing. “Yang satu punya Bapak (almarhum suaminya),” kata Mursini.

Mursini yang berasal dari Soreang, Kabupaten Bandung ini, dengan mata berkaca-kaca, tidak bisa menutupi kesedihannya karena pulang ke Tanah Air tanpa suami. "Anak-anak sudah menunggu saya di rumah," ujar Mursini.

Ada tiga anak mereka menanti di Tanah Air. Baru satu di antara mereka yang telah berkeluarga. Namun Allah berkata lain, takdir suaminya harus meninggal di Tanah Suci, keluarga pun sudah ikhlas.

Menurut Mursini, suaminya yang merupakan pensiunan karyawan BUMN tiba-tiba terserang sakit selepas melaksanakan wukuf di Arafah. Ia wafat tak lama kemudian. “Mau bagaimana lagi, memang sudah takdirnya begitu. Tapi alhamdulillah Bapak sudah dapat haji,” kata dia.

Sebelum didorong menuju keberangkatan, ia meminta didoakan agar sabar dan kuat menjalani kehidupan tanpa suaminya.

Ditemui terpisah, ketua rombongan pasangan suami istri tersebut Didin Nurdiana menuturkan, Endang Sunarya wafat ketika rombongan berhenti di Muzdalifah sebelum menuju Mina. “Meninggalnya 10 Dzulhijjah sore. Kita tidak ada yang tahu persis bagaimana meninggalnya,” kata dia.

Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Arab Saudi Ehsan A Bouges sebelumnya mengatakan, ada sejumlah faktor yang disoroti pihak Saudi sebagai penentu angka kematian jamaah di Tanah Suci.

Di antaranya, jumlah jamaah Indonesia yang 60 persennya berusia di atas 60 tahun. Selain itu, berangkat juga sebanyak 147 ribu jamaah berisiko tinggi karena telah memiliki resiko penyakit bawaan dari Tanah Air.

Faktor lainnya adalah keengganan jamaah mengkonsumsi paket katering bila dianggap tak sesuai cita rasa. Selanjutnya adalah faktor kelelahan jamaah akibat melakukan umrah secara berulang-ulang bahkan sebelum Masyair (puncak musim haji) yang memerlukan banyak stamina tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini