BPS Akui Kesulitan Lakukan Survei Indeks Kepuasan Haji di Madinah

Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu, 16 September 2018 - 13:49 wib
(Jamaah haji memadati bagian luar Masjid Nabawi, Madinah (Amril/Okezone))

MADINAH - Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku mengalami kesulitan saat menggelar survei indeks kepuasan jamaah haji tahun 2018, khususnya pada gelombang II kedatangan jamaah.

Koordinator Survei Badan Pusat Statistik Edi Prawoto menyebut survei indeks kepuasan haji 2018 untuk gelombang kedua mengalami kendala.

Edi mengatakan, kendala yang muncul lebih disebabkan karena banyaknya petugas kloter yang meninggalkan pemondokan saat pengambilan survei.

"Di Madinah, agak berat juga. Banyak petugas (kloter) yang sulit ditemukan karena mengambil sunah arbain," kata Edi, di Madinah, Minggu (16/8/2018).

Edi mengaku, merasakan kendala saat mengambil survei jamaah menjelang waktu salat wajib.

"Kalau sekarang saya ke hotel menjelang salat zuhur, atau ashar, sudah nggak ada petugas, kan agak repot juga itu," ucap dia.

 

Repotnya lagi, sambung Edi saat diminta laporan hasil survei yang sudah diisi jamaah kerap tak dilaporkan ke kantor sektor. Kondisi ini membuat petugas survei BPS harus bekerja ekstra. "Jadi harus jemput bola," tuturnya.

Berbeda halnya ketika masa pemondokan jamaah haji gelombang pertama. Dia menyebut, pada saat gelombang pertama, petugas kloter masih semangat membagikan blanko survei ke jamaah.

"Di gelombang satu yang jika semua jamaah sudah keluar semua dia akan ke masjid. Kalau sempat arbain, ya arbain," ujar dia.

Edi mengatakan, jamaah yang dimintai kepuasan pelayanan haji 2018 memiliki kriteria tertentu. Jamaah minimal telah berada di Madinah selama dua hari sejak kedatangan.

"Paling tidak sudah dapat akomodasi di Madinah, katering, sehingga jamaah sudah bisa menilai seperti apa," ucap dia.

 

Survei indeks kepuasan haji 2018 ini menggunakan margin error sebesar 5 persen. Ada sekitar 20-an pertanyaan yang berisi mengenai kepuasan terhadap petugas kloter, akomodasi, katering, transportasi, hingga pelayanan ibadah untuk ziarah jamaah.

"Beberapa item jawaban yang tersedia antara lain, sangat puas, puas, cukup puas, kurang puas," kata dia.

Edi berharap hasil survei kepuasaan jamaah terhadap pelayanan petugas, itu akan diumumkan ke publik pada 15 Oktober 2018.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini