Jamaah Sakit Jadi Prioritas Pemulangan ke Tanah Air, Tak Perlu Khawatir Terlantar

Amril Amarullah, Jurnalis · Jum'at, 14 September 2018 - 16:36 wib
(Jamaah haji pulang ke Indonesia. (Foto : Amril Amarullah/Okezone))

MADINAH – Total jamaah sakit berdasar data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah sepanjang musim haji tahun ini sebanyak 4.883 jamaah, hingga Kamis (13/9/2018). Dari total tersebut, sebanyak 402 yang sempat dirawat inap, 40 jamaah dirawat inap di KKHI Madinah, dan 20 dirawat di rumah sakit Arab Saudi.

Sementara total rujukan ke KKHI Makkah sebanyak 4.013 orang dengan total 1.656 sempat dirawat inap. Sejauh ini, sebanyak 28 jamaah masih dirawat di KKHI Makkah dan 73 dirawat di rumah sakit Arab Saudi.

Menindaklanjuti masih adanya jamaah yang dirawat, sementara jadwal pemulangan terus berjalan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, menyatakan akan berupaya menjamin kepulangan jamaah sakit dari Tanah Suci. Meski jadwal kepulangan haji reguler nantinya berakhir, PPIH Arab Saudi tetap akan melayani kepulangan jamaah sakit.

“Mereka prioritas kita, mau terakhir pulangnya sekalipun. Kalau jamaah tidak layak terbang kita akan putuskan tidak layak terbang. Itu pertimbangan keselamatan. Kita tidak mau sepelekan, karena itu tanggung jawab pemerintah,” kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat di Madinah, Jumat (14/9/2018).

Arsyad membantah pihak PPIH akan menelantarkan jamaah yang masih menjalani perawatan karena sakit. Dia menjamin hal itu yang akan terjadi.

Jamaah haji pulang. (Foto : Amril Amarullah/Okezone)

Ia juga menjanjikan, penerbangan dari Saudi ke Tanah Air selalu tersedia dan pihak Daker Bandara hanya akan memulangkan jamaah setelah memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan memang layak terbang.

Proses pemulangan jamaah yang saat ini masih dirawat di rumah sakit akan dilakukan setelah kondisi yang bersangkutan membaik. Jika mereka baru bisa dipulangkan selepas jadwal resmi pemulangan selesai, prosesnya akan diawasi perwakilan KJRI Jeddah dan Kantor Urusan Haji di Arab Saudi yang membawahi unit khusus yang langsung berurusan dengan jamaah haji.

(Baca Juga : Al-Ula, Kota Hantu di Arab Saudi yang Bikin Penasaran)

“Nanti kita akan bantu melalui KUH kapan jadwal jamaah haji akan dipulangkan. Tidak dikenakan biaya sepeserpun, tanggungan pemerintah,” kata Arsyad. Walaupun kondisi jamaah terkait harus tidur terlentang dan memerlukan banyak kursi, semua biayanya juga tetap ditanggung pemerintah.

Ia menegaskan, keluarga di Tanah Air tak perlu khawatir. Semua proses pemulangan jamaah sakit sudah dipersiapkan pemerintah. Biaya rumah sakitnya gratis, dan pulang dengan pesawatnya pun gratis. Sesampainya di Tanah Air, seumpama asal jamaah bukan dari Jakarta, akan disiapkan transportasi lanjutan dari Kemenag sampai tiba di kediaman jamaah tersebut.

(Baca Juga : Jamaah Meninggal Bertambah Jadi 331, Mendekati Angka Tahun 2016)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini