Berkinerja Buruk, Satu Petugas Haji Dipulangkan Paksa

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis, 13 September 2018 - 21:46 wib
(Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas Haji. Foto: Okezone/Tim MCH)

MADINAH - Seorang petugas pendamping jamaah haji terpaksa dipulangkan paksa lantaran terbukti berkinerja kurang cakap. Petugas yang tidak disebutkan nama dan asalnya itu, dipulangkan setelah melalui proses kajian panjang pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.

Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas, Agus Syafiq mengatakan, petugas tersebut merangkap sebagai ketua kloter di Makkah, beberapa waktu lalu.

"Sebelumnya kami mendapat laporan dari jamaah yang bersangkutan tidak bisa bekerja dengan baik," ujar Agus, di Madinah, Kamis, (13/9/2018).

Agus menilai, ketua kloter yang dipulangkan lebih awal itu disinyalir kerap menelantarkan jamaah. Kondisi ini membuat jemaah seakan-akan kehilangan pegangan. "Saat jemaah membutuhkan, dia menghilang," kata dia.

Senada dikatakan Noer Alya Fitra, ada tiga hal yang mengakibatkan ketua kloter tersebut harus dipulangkan paksa.

Foto/Okezone

Pertama, tim pengawas mendapat banyak laporan dari jamaah bahwa petugas tersebut dianggap tidak bisa memimpin secara baik, dimana disaat jamaah membutuhkan bantuan, petugas tersebut malah tidak ada di tempat atau menghilang.

Sehingga, kata Noer jamaah seakan-akan kehilangan pemimpinnya, kesulitan mencari pembimbingnya. "Kalau pemimpinnya seperti ini, jamaah akan bingung akan ikut siapa," ujar Nafit biasa ia disapa.

Kedua, pada saat jamaah turun dari Bandara Jeddah, banyak jamaah kebingungan harus melakukan apa, si petugas kloter tersebut malah menghilang. "Lalu ketiga, pada saat jamaah akan umrah wajib, lho kok petugasnya malah tidur. Ini kan tidak bagus ya," jelas Nafit.

Dari tiga catatan tersebut, maka pemerintah perlu mengambil keputusan untuk memberikan sanksi ke petugas yang bersangkutan.

Dikatakan Nafit, sebelum dikenakan sanksi, tim pegawas terlebih dahulu menegur hingga peringatan serta diberikan kesempatan untuk bisa memperbaiki.

"Tapi saat kami pantau lagi, ternyata masih mendapatkan laporan yang sama dari jamaah, bahkan semakin menjadi. Ya sudah terpaksa dipulangkan," tegasnya.

Sanksi terhadap petugas, tentu tidak asal, karena semua sudah diatur berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani setiap petugas.

"Sanksi lain adalah petugas tersebut wajib mengembalikan uang yang sudah diterimanya. Teknis pengembalian seperti apa, itu sudah ada aturannya," terang dia.

Sementara terkait penilaian para petugas haji lainnya, secara umum ada beberapa kriteria yang menurutnya sudah maksimal, tetapi ada juga kekurangan yang menjadi catatan untuk perbaikan di tahun mendatang.

Di antaranya saat di Arafa, Muzdalifa, Mina (Armina) perlu dilakukan pemetaan ulang dan penempatan petugas di titik-titik krusial, selain juga perlu ada tim piket jaga di pemondokan jamaah yang dinilainya masih kurang maksimal. (fzy)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini