Jamaah Meninggal Bertambah Jadi 331, Mendekati Angka Tahun 2016

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis, 13 September 2018 - 14:11 wib
(Ilustrasi Haji (foto: Ist))

MAKKAH - Pemulangan gelombang l ke Tanah Air yang diikuti 218 kloter atau 88.944 jamaah telah selesai dilaksanakan pada Minggu (9/9/2018) kemarin.

Rinciannya 119 kloter atau 46.332 jemaah menggunakan Garuda Indonesia Airways dan 99 kloter atau  42.612 jamaah menggunakan Saudi Arabia Airlines. Jamaah gelombang l ini diterbangkan melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah.

350 Jamaah Haji Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa Sebelum Pulang ke Tanah Air 

Sementara untuk jamaah gelombang II yang diterbangkan melalui Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah hingga Rabu (12/09) pukul 13.00 WAS tercatat 62 kloter atau 24.935 jemaah telah diterbangkan ke Tanah Air.

Rinciannya, 32 kloter atau 12.170 jamaah menggunakan Garuda Indonesia Airways dan 30 kloter atau 12.765 jemaah menggunakan Saudi Arabia Airlines.

Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diterima Media Center Haji (MCH), Rabu (12/09) pukul 14.00 WAS menyebutkan, sejauh ini jumlah jamaah wafat mencapai 331 orang.

Rinciannya adalah 239 jamaah wafat di Makkah, 47 di Madinah, 8 di Arafah, 5 di Muzdalifah, 25 di Mina dan sisanya atau 7 jamaah wafat di Daker Bandara.

Angka tersebut nyaris mendekati total jamaah yang meninggal pada 2016 yakni 342 orang, sedangkan tahun 2017 mencapai 657 orang yang meninggal.

Sementara data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, hingga hari ini, masih terdapat sejumlah jamaah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Kepala KKHI Makkah Nirwan Satriya mengatakan, tiga besar penyakit yang menyebabkan kematian di wilayahya, yakni respiratory disease (gangguan pernafasan), cardiovascular disease (jantung), dan shock sepsis (infeks berat).

Tiga penyakit tertinggi yang mengintai jamaah haji diantaranya, volume depletion atau turunnya cairan tubuh, pneumonia atau radang paru-paru, dan Dyspepsia atau radang lambung.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini