alexametrics

Mengharukan, Pria Ini Berhaji Sambil Urus Ibu dan Mertua di Tanah Suci

Amril Amarullah, Jurnalis · Selasa, 11 September 2018 - 09:21 wib
(Engkus setia mengurus ibu dan mertua saat di Tanah Suci (Foto: Amril/Okezone))

MADINAH - Beribadah sambil bekerja adalah kenikmatan luar biasa yang kerap dialami para petugas haji di Tanah Suci. Begitupun halnya yang dialami Engkus Kusnadi, jamaah asal Bogor, Jawa Barat ini menunaikan rukun Islam kelima sambil mengurus ibu tercinta dan mertuanya.

Engkus yang menginjak usia 57 itu terlihat begitu sabar melayani sang ibu dan mertua yang tengah sakit. Satu persatu dilayaninya dengan baik.

Terkadang si mertua minta diantar ke kamar kecil, bahkan tidak jarang sang ibu memintanya dibelikan makanan dan dipijat kakinya.

Engkus teringat, pada satu waktu ia sempat disangka memarahi ibu mertunya bernama Darsih karena memintanya untuk duduk di kursi rodanya. Suaranya memang meninggi ketika itu.

Banyak orang menyangka kerasnya suara Engkus karena marah-marah, padahal bukan menunjukkan amarahnya. Dia sengaja meninggikan volume suaranya karena pendengaran Darsih menurun. "Dipasangi alat bantu dengar nggak mau," ucap Engkus di Madinah.

Engkus mengatakan, ia berusaha melayani ibu kandung dan mertuanya dengan penuh kelembutan, kesabaran dan hati-hati karena fisik sang mertua yang sudah payah.

Apa yang dialami Engkus terhadap kedua orangtuanya bukanlah pekerjaan yang mudah, satu sisi ia ingin beribadah seperti jamaah lainnya, satu hal ia tetap ingin menjadi anak yang berbakti.

"Saya ikhlas, semoga ini menjadi nilai ibadah lebih di mata Allah, dan apa yang saya lakukan semata-mata karena kecintaan saya terhadap mereka berdua," ucap Engkus bangga.

Ketiganya ditemui di ruang tunggu Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah. Hajinya sudah selesai, tibalah saatnya dia kembali ke kampung halaman di Ciampea, Bogor.

Malam itu, kondisi Darsih tampak lesu. Perempuan berusia 77 tahun itu baru saja sembuh dari sakit.

Akibat sakit yang dideritanya, Darsih sempat dipasangi infus oleh petugas kesehatan. "Dari kemarin komunikasi sudah agak susah. Nggak nyambung," kata Engkus.

Selesai melayani sang mertua, Engkus yang tergabung dalam satu kloter yang sama JKS 41, tiba-tiba beranjak dari kursinya Karen dipanggil sang ibu kandungnya bernama Maya.

Kondisi Maya tak separah Darsih. Kaki perempuan 78 tahun itu masih bisa menjajaki tiap jengkal ruang tunggu. Maya mengaku bisa melakukannya sendiri. Tapi sebagai anak, Engkus tidak mungkin tega membiarkan sang ibu tercinta kemana-mana sendirian.

Dengan senyumnya Maya bersyukur dapat menjalankan haji dengan lancar. "Alhamdulillah, saya bersyukur hanya flu aja belum hilang," ujar Maya.

Selama proses haji, Maya mengaku hanya mengalami linu dan kelelahan saja karena perjalanan dari Mina ke Jamarat. Jelang kepulangan Minggu malam, Maya terus tersenyum. Sesekali dia berkisah tentang lokasi rumahnya yang terletak di sekitar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Usai pengecekan barang bawaan, Engkus terus mengawasi dua ibunya. Dia bahkan, menjaga dan mencarikan kursi roda untuk mertuanya. Engkus berharap kondisi keluarganya tetap bugar hingga Tanah Air.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini