Jamaah Meninggal di Tanah Suci Terus Bertambah Jadi 319 Orang

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 10 September 2018 - 22:07 wib
(Ilustrasi jamaah haji di Tanah Suci. (Foto: Ist))

MADINAH – Pemulangan jamaah haji Indonesia sudah mendekati fase akhir, tersisa 14 hari lagi. Sebanyak 99.251 jamaah sudah diterbangkan ke Tanah Air per Senin (10/9/2018).

Meski belum mencapai angka separuh dari total jamaah yang dipulangkan, angka kematian tahun ini terus bertambah, padahal pemulangan keseluruhan akan berakhir pada 26 September.

Berdasarkan data Bidang Siskohat PPIH Arab Saudi, sampai hari kedua pemulangan jamaah haji gelombang II, telah dilaporkan jamaah wafat sebanyak 319 orang, dengan rincian sebanyak 298 jamaah regular dan 21 jamaah haji khusus.

Angka tersebut nyaris mendekati total jamaah yang meninggal pada 2016 yakni 342 orang, sedangkan tahun 2017 mencapai 657 orang yang meninggal.

"Tapi pada 2016, jumlah jamaah kita hanya 168 ribu orang," kata Kasi Media Center Haji Daker Bandara, Abdul Basir, di Madinah. Tahun ini, total jamaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci mencapai sekira 203.351 ribu orang.

Jumlah tersebut lebih banyak dari jamaah pada 2017 sebanyak 203.065 ribu. Tahun itu, sebanyak 657 jamaah wafat.

Sementara, rincian jenis kelamin jamaah wafat pada musim haji 2018 sejauh ini terdiri dari 191 laki-laki dan 128 perempuan. Bila dilihat dari lokasi wafat, jamaah paling banyak wafat di Makkah sebanyak 220 jamaah regular dan 9 jamaah haji khusus.

Sementara jamaah yang wafat di Madinah mencapai 47 orang terdiri dari 37 jamaah regular dan sisanya haji khusus. Sedangkan jamaah yang wafat di Jeddah 5 orang yang semuanya merupakan haji reguler.

Pada puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina angka jamaah wafat tercatat sebanyak 38 orang. Rinciannya saat di Arafah wafat 8 orang, Muzdalifah 5 orang, dan Mina 25 orang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini