Angka Jamaah Sakit Terus Meningkat, Petugas Haji Diminta Lebih Proaktif

Amril Amarullah (Okezone), Jurnalis · Senin, 10 September 2018 - 14:03 wib
((Foto: Amril Amarullah/Okezone))

MADINAH – Jamaah Gelombang 1 sudah berangsur kembali ke Indonesia, sementara jemaah Gelombang 2 telah bergeser ke Madinah untuk melaksanaan ibadah sunnah Arbain.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusup Singka mengatakan, jamaah haji Indonesia harus tetap sehat. Pulang dengan selamat ke Indonesia. "Ingat, keluarga sudah menungu di Tanah Air," ujar Eka Jusuf di Madinah, Senin (10/9/2018).

Eka mengatakan, angka kesakitan pada Gelombang 2 meningkat. Karena itu, dia meminta agar Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) untuk lebih mengingkatkan kewaspadaan pada kesehatan jamaah. Selain itu, TKHI perlu memberikan penguatan di Ketua rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu).

“Saya meminta agar TKHI memperkuat pola komunikasi dengan KBIH, ketua rombongan dan ketua regu agar bisa mengendalikan kondisi jamaah haji,” tegas Eka.

Eka juga meminta supaya semua kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) proaktif menjaga jemaahnya untuk selalu sehat. “Karena kondisi jamaah yang sehat akan menyebabkan jemaah menjalankan ibadahnya dengan lancar,” tegas Eka.

Eka mengingatkan, angka kesakitan dan kematian umumnya meningkat pasca Armina. Kondisi ini kerap terjadi karena euphoria jemaah setelah Armina.

Jamaah kelelahan namun tetap mengejar ibadah-ibadah sunnah tanpa menyiapkan fisiknya. Selain itu, suasana psikologis menjelang pulang ke Indonesia, juga memberikan pengaruh.

Jamaah haji (Foto: Dok Okezone)

Oleh karena itu, Eka meminta petugas Kloter untuk terus menerus mengulangi pesan-pesan kesehatan. “Mohon diulangi lagi promosi dan preventif di setiap Kloter termasuk merawat dan menjaga jemaah pasca sakit. Saya lihat trend sakit di Gelombang 2 lebih tinggi dari Gelombang 1,” kata Eka.

Eka menyebutkan bahwa jamaah sakit yang di rawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berkurang dan angka kesembuhannya sangat baik, namun demikian yang dirawat di RS Arab Saudi masih cukup banyak.

“Alhamdulilah jamaah sakit di KKHI sudah berkurang dan angka kesembuhannya sangat baik. Di atas 96%. Namun yang dirawat di RSAS masih cukup banyak di atas 100 orang. Semoga mereka bisa kembali sehat dan sembuh. Memang kondisinya cukup memprihatinkan, 75% dengan ventilator di ICU,” terang Eka.

Eka meminta kepada jamaah agar saling peduli dengan teman sekamar, khususnya bila ada yang baru kembali dari KKHI.

“Mohon jamaah agar perhatian dan peduli dengan teman sekamar. Bila ada yang malas makan, lemas, tidak ‘nyambung’ saat diajak bicara, mohon segera lapor ke petugas Kloter. Titip bila ada jamaah yang baru kembali dari klinik, agar sama-sama menjaga. Kita tentu semua ingin kembali ke Tanah Air bersama-sama,” tambahnya.

(Baca Juga : Gelombang II Mulai Diterbangkan ke Tanah Air, Jamaah Dilarang Gunakan Jaring Koper)

Eka berpesan agar jamaah untuk tetap makan obat yang teratur dan sarapan sebelum ke masjid. “Kebiasaan membawa payung dan alat semprotan air tetap dipertahankan,” pesannya.

Selain kepada petugas Kloter, pada kesempatan ini Eka juga meminta agar keluarga di Indonesia juga dapat mengingatkan kerabatnya yang sedang berhaji, untuk tetap menjaga kondisinya.

(Baca Juga : Maskapai Tak Bertanggung Jawab atas Kehilangan Barang Jamaah saat Dibongkar)

"Saya juga berharap agar keluarga di Tanah Air mengingatkan kepada keluarganya yang sedang menunaikan ibadah haji agar menjaga kondisinya,” ujar Eka.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini