alexametrics

Petugas Masih Temukan Jamaah Bandel Simpan Barang di Luar Ketentuan Penerbangan

Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu, 9 September 2018 - 15:11 wib
()

MADINAH - Jamaah haji gelombang II mulai diterbangkan ke Tanah Air Minggu, (9/8/2018) pagi waktu Saudi. Tahap awal pemulangan terdapat tujuh ribu jamaah dari 17 Kloter melalui Bandara Amir Muhammad Bin Abdulaziz, Madinah.

Sebelum dipulangkan, jamaah haji terlebih dahulu akan melakukan penimbangan koper di hotel masing-masing. Pantauan di lapangan masih banyak yang melanggar aturan membawa barang.

Rombongan kloter 30 dari Embarkasi Jakarta, misalnya. Petugas haji sudah berkali-kali menyampaikan bahwa koper tidak boleh dililit dengan tali jaring. Kenyataannya, masih banyak jamaah haji yang melakukan hal itu. Akhirnya petugas terpaksa mencopot jaring tersebut.

Foto: Amril Amirullah/Okezone

Jamaah hanya boleh mengikat kopernya menggunakan sabuk khusus yang tidak berbentuk jaring. Koper yang diikat jaring, akan menyulitkan pemeriksaan. Hal itu bisa mempengaruhi jadwal keberangkatan pesawat.

Misalnya, berat barang bawaan yang masuk bagasi pesawat maksimal hanya 32 kilogram. Sedangkan tas jinjing yang boleh dibawa masuk kabin maksimal seberat 7 kg. Penimbangan koper dan barang bawaan lain dilakukan 48 jam sebelum keberangkatan ke bandara.

Menanggapi itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Muhammad Khanif mengatakan, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi jamaah haji saat kepulangan, salah satunya terkait jaring koper.

"Memang jaring ini dilarang oleh pihak penerbangan karena menyulitkan ketika pihak penerbangan menemukan barang yang harus dikeluarkan dari koper," ujar Khanif di Madinah.

Foto: Amril Amirullah/Okezone

Selain itu, keberadaan jaring itu akan menyulitkan petugas dan mengulur waktu untuk mengeluarkan dan melepas jaring itu, sehingga dikhawatirkan menghambat untuk memasukan tas ke bagasi.

Khanif menegaskan kembali bahwa jamaah haji juga dilarang membawa air zamzam. Namun, aturan yang satu ini sering diabaikan. Saat pemulangan jamaah haji gelombang pertama dua pekan lalu, ditemukan banyak jamaah haji yang nekat memasukkan botol berisi air zamzam ke dalam koper.

Akhirnya, petugas bandara mengeluarkan paksa botol-botol yang kebanyakan dibalut dengan lakban cokelat itu. Padahal, kata Khanif sudah berkali kali disosilisasikan larangan membawa air zamzam kepada jamaah haji gelombang dua. Karena itu, dia berharap tidak ada yang melanggar aturan tersebut.

Foto: Amril Amirullah/Okezone

Sementara Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat mengatakan, hasil penelusuran tim di lapangan paling banyak ditemukan air zamzam, gunting, pisau dapur, dan barang berlebih. "Padahal informasi melalui media dan secara langsung sudah masif sekali, tapi tetap saja masih ditemukan jamaah yang nakal, nekat," jelas Arsyad.

Akibatnya, kata Arsyad mereka harus merelakan barang barang bawaannya disita dan ditinggal, tidak bisa dibawa ke Tanah Air. Kecuali barang-barang berharga seperti emas atau uang yang terselip, itu bisa langsung dikembalikan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini