alexametrics

Maskapai Tak Bertanggung Jawab atas Kehilangan Barang Jamaah saat Dibongkar

Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu, 9 September 2018 - 22:27 wib
(Pihak maskapai tak bertanggung jawab jika terjadi kehilangan barang jamaah haji saat dibongkar. (Foto: Amril Amarullah/Okezone))

MADINAH – Jamaah haji sebelum diterbangkan ke Tanah Air terlebih dahulu akan melakukan penimbangan koper di hotel masing-masing untuk barang yang akan masuk bagasi. Sementara untuk tas jinjing yang akan dibawa ke kabin pesawat akan juga menjalankan pemeriksaan di Bandara Arab Saudi, baik Madinah maupun Jeddah.

Berdasarkan pantauan Okezone di lapangan, masih banyak jamaah yang melanggar aturan membawa barang di luar ketentuan penerbangan Internasional.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Muhammad Khanif, meminta jamaah tak melanggar aturan barang bawaan ketika pulang.

Sebab, jamaah yang nekat melanggar aturan barang bawaan ketika penerbangan ke Tanah Air akan menanggung risiko pembongkaran.

"Jika ada yang tetap membawa, kopernya akan dibongkar paksa. Kalau ada barang dalam koper yang hilang, itu risiko masing-masing jamaah. Bukan tanggung jawab pihak maskapai," ujar Khanif di Madinah, Minggu (9/9/2018).

Khanif mengatakan, setiap jamaah akan mendapat jatah air zamzam sebanyak lima liter. Air itu akan dibawa oleh pesawat khusus dan dibagikan di debarkasi.

"Jadi tidak perlu membawa air zamzam dari Arab Saudi, karena pasti akan ditahan," jelasnya.

Sesuai aturan keselamatan penerbangan, jamaah haji hanya diperkenankan membawa 100 mili liter air minum saat penerbangan.

Meski sudah sering sekali disosialisasikan ke jamaah baik melalui media maupun tatap muka langsung, tetap saja kejadian ditemukan banyak jamaah haji yang nekat memasukkan botol berisi air zamzam ke dalam koper berupa kemasan botol.

"Kejadian itu saat pemulangan jamaah haji baik gelombang pertama dua pekan lalu, dan kedua," ucapnya.

Akhirnya, petugas bandara mengeluarkan paksa botol-botol yang kebanyakan dibalut dengan lakban coklat itu.

Sementara Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat mengatakan, hasil penelusuran tim di lapangan paling banyak ditemukan air zamzam, gunting, pisau dapur, dan barang berlebih.

"Padahal informasi melalui media dan secara langsung sudah masif sekali, tapi tetap saja masih ditemukan jamaah yang nakal, nekat," jelas Arsyad.

Akibatnya, kata Arsyad, mereka harus merelakan barang barang bawaannya disita dan ditinggal, tidak bisa dibawa ke Tanah Air. Kecuali barang-barang berharga seperti emas atau uang yang terselip, itu bisa langsung dikembalikan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini