alexametrics

Gelombang II Mulai Diterbangkan ke Tanah Air, Jamaah Dilarang Gunakan Jaring Koper

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu, 8 September 2018 - 19:35 wib
(Gelombang 2 jamaah haji diterbangkan ke Tanah Air (Foto: Amril Amarullah))

MADINAH - Sebanyak tujuh ribu dari 17 Kloter jamaah haji gelombang II Madinah, mulai diterbangkan ke Tanah Air melalui Bandara Muhammad Bin Abdulaziz, Madinah, mulai Minggu, (9/8/2018) pagi waktu Saudi.

Sebelum dipulangkan, jamaah haji terlebih dahulu akan melakukan penimbangan koper di hotel masing-masing. Pantauan di lapangan masih banyak yang melanggar aturan membawa barang.

Rombongan kloter 30 dari Embarkasi Jakarta, misalnya. Petugas haji sudah berkali-kali menyampaikan bahwa koper tidak boleh dililit dengan tali jaring. Kenyataannya, masih banyak jamaah haji yang melakukan hal itu.

"Akhirnya kami minta supaya jaringnya dicopot," tegas Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja Madinah, Maskat Ali Jasmun.

 Koper jamaah haji

Dia menjelaskan, jamaah hanya boleh mengikat kopernya menggunakan sabuk khusus yang tidak berbentuk jaring. Koper yang diikat jaring, kata Maskat, akan menyulitkan pemeriksaan. Hal itu bisa mempengaruhi jadwal keberangkatan pesawat.

Misalnya, berat barang bawaan yang masuk bagasi pesawat maksimal hanya 32 kg. Sedangkan tas jinjing yang boleh dibawa masuk kabin maksimal seberat 7 kg. Penimbangan koper dan barang bawaan lain dilakukan 48 jam sebelum keberangkatan ke bandara.

 Koper jamaah haji

Menanggapi itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Muhammad Khanif mengatakan, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi jamaah haji saat kepulangan, salah satunya terkait jaring koper.

"Memang jaring ini dilarang oleh pihak penerbangan karena menyulitkan ketika pihak penerbangan menemukan barang yang harus dikeluarkan dari koper," ujar Khanif di Madinah.

Selain itu, keberadaan jaring itu akan menyulitkan petugas dan mengulur waktu untuk mengeluarkan dan melepas jaring itu, sehingga dikhawatirkan menghambat untuk memasukan tas ke bagasi.

Khanif menegaskan kembali bahwa jamaah haji juga dilarang membawa air zamzam. Namun, aturan yang satu ini sering diabaikan. Saat pemulangan jamaah haji gelombang pertama dua pekan lalu, ditemukan banyak jamaah haji yang nekat memasukkan botol berisi air zamzam ke dalam koper.

Akhirnya, petugas bandara mengeluarkan paksa botol-botol yang kebanyakan dibalut dengan lakban cokelat itu.

Padahal, kata Khanif sudah berkali kali disosilisasikan larangan membawa air zamzam kepada jamaah haji gelombang dua. Karena itu, dia berharap tidak ada yang melanggar aturan tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini