nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat dari Dekat Museum Haramain, Sejarah Berdirinya Dua Masjid Suci

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 10:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 06 599 1946738 melihat-dari-dekat-museum-haramain-sejarah-berdirinya-dua-masjid-suci-bSWEP9o8YU.jpg Museum Haramain di Kota Makkah. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

MAKKAH – Puncak ibadah haji 2018 telah selesai dilaksanakan. Jamaah haji Indonesia masih punya waktu beberapa hari sebelum kembali ke Tanah Air. Ada yang memanfaatkan untuk melaksanakan umrah sunah, belanja oleh-oleh, hingga melakukan perjalanan ke tempat-tempat bersejarah di kota kelahiran Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam itu.

Nah, bila ada jamaah yang lebih memilih mengunjungi situs-situs bersejarah di sekitaran Masjidil Haram, Makkah, terdapat Museum Haramain, tempat di mana jamaah haji bisa melihat lebih dekat sejarah pertama kali Masjidil Haram.

Museum yang dibangun oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz ini juga dikenal dengan The Exibithion of Two Holy Mosques Architecture, dan terletak di perbukitan Ummu Joud, Makkah.

Museum Haramain. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

Di museum ini, jamaah bisa mempelajari seluk beluk dan sejarah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Termasuk, koleksi terbarunya adalah maket masa depan bangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Di Museum Haramain, jamaah bisa eksplorasi, menggali sejarah dan kecanggihan arsitektur di dua masjid suci tersebut. Museum Haramain dapat diistilahkan berarti Dua Masjid Suci.

"Di sini kita jadi tahu ini lho pertama kali sejarahnya Masjidil Haram dan Nabawi," ucap Aya, jamaah haji asal Jakarta.

Tempat-tempat yang bersejarah ini menyimpan berbagai benda-benda peninggalan agama Islam mulai dari zaman awal Islam mengalami perkembangan hingga abad modern seperti sekarang ini.

"Saya melihat pintu Kakbah pertama kali dan Makam Ibrahim ada di sini. Kita bisa foto dengan benda-benda bersejarah ini," kata Aya lagi.

Museum Haramain. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

Museum ini masih berada di satu area dengan gedung pembuatan dari kiswah Kakbah. Tepatnya berada di daerah Ummul Joud yang merupakan jalan menuju ke Hudaibiyah atau juga dikenal dengan Jalan Jeddah Gadim/Jalan Jeddah Lama. Butuh waktu 30 menit jika memulai perjalanan dari Masjidil Haram.

Museum Haramain menjadi salah satu bangunan kebanggaan bagi warga Arab. Ribuan jamaah haji dan umrah selalu menyempatkan berkunjung ke sini.

"Jamaah haji Indonesia paling senang ke sini. Mereka selalu mengambil dokumentasi foto dan video di sini. Masuknya juga gratis," ucap Subhan Cholid, kabid Transportasi Makkah-Madinah.

Museum dengan ukuran tidak terlalu besar, hanya 400 meter persegi, namun isi dari museum ini kaya akan karya seni yang menjadi miniatur kecil kebudayaan dan peradaban Islam yang patut dikunjungi jempol.

Museum Haramain yang dibangun 18 tahun silam ini memiliki tujuh ruangan. Terbagi dalam dua ruang besar, ruang koleksi Makkah dan Madinah.

Museum ini banyak menampilkan beragam koleksi seputar Makkah dan Madinah, mulai dari menara Masjidil Haram tempo dulu, alat tenun kain Kiswah, replika sumur air zamzam lengkap dengan alat timbanya, kayu tiang penyangga bagian dalam kakbah, hingga maket perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang prosesnya sudah 80 persen.

"Sejak 2005, sumur yang ada di bawah Masjidil Haram sudah ditutup untuk akses jemaah dan seluruhnya sudah menggunakan alat modern," tutur Subhan.

Museum Haramain. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

Sisi berikutnya adalah koleksi perkembangan Kota Madinah dan Masjid Nabawi. Masuk pada ruang ini, pengunjung akan diperlihatkan terlebih dahulu dengan foto-foto Kota Madinah tempo dulu dan pembangunan Masjid Nabawi. Lalu ada sejumlah koleksi manuskrip dan salinan manuskrip Alquran.

Menurut Subhan, koleksi tertua museum ini adalah tiang kayu penyangga bangunan Kabah. dalam keterangan yang tertera di sisi tiang tersebut, tertulis tiang itu digunakan sejak 65 hijriah.

"Kita berharap, koleksi museum ini bisa terus bertambah sehingga dapat menampilkan bukti sejarah yang lebih lengkap," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Wisata Religi

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini