8 Ketentuan Bagasi dan Barang Bawaan Wajib Diketahui Jamaah Sebelum ke Tanah Air

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 27 Agustus 2018 - 15:45 wib
(Foto: Amril Amarullah/Okezone)

MAKKAH - Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Chalid mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk mengikuti ketentuan barang bawaan yang tidak berpotensi dipersoalkan ketika di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Maskapai menurutnya, sangat ketat terkait barang barang bawaan jamaah, khususnya air zamzam. Karena itu, untuk mengantisipasi agar tidak ada barang jamaah yang tercecer akibat disita, PPIH mengeluarkan delapan ketentuan yang wajib diketahui jamaah, yakni:

Pertama, tempat penimbangan dilakukan sesuai dengan penempatan hotel jamaah.

Kedua, penimbangan bagasi akan dilakukan 48 jam sebelum jamaah diterbangkan ke Tanah Air.

Foto: Kemenag

Ketiga, jamaah haji hanya boleh membawa tas paspor, tas tentengan (kabin) berat maksimal 7 kg, dan koper (bagasi) jamaah 32 kg.

Keempat, perusahaan penerbangan hanya akan mengangkut tas tentengan dan koper yang diberikan oleh penerbangan.

Kelima, dilarang membawa dan memasukan air zamzam dalam koper bagasi dan membawa parfum melebihi 100 mili.

Keenam, dilarang membawa cairan yang melebihi tas tentengan kecuali obat obatan.

Ketujuh, benda yang mengandung aerosol, gas, magnet, senjata tajam, dan mainan yang menggunakan baterai harus dilepas.

Kedelapan, koper dilarang menggunakan pelindung jaring (tali timbangan).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini