15 Pesan Penting Wajib Diketahui Jamaah Menjelang Armina

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu, 8 Agustus 2018 - 19:14 wib
(Ilustrasi Ibadah Haji (foto: Okezone))

MADINAH - Kepala Pusat Kesehatan Haji (KKHI) Eka Jusuf Singka menitipkan 15 pesan kepada jamaah haji melalui Tim Preventiv dan Promotif (TPP) dan Tenaga medis di masing-masing Kloter (TKHI). 

Pesan itu disampaikan dan wajib diketahui jamaah dua minggu menjelang masa puncak haji di Arafah. Adapun pesan tersebut adalah :

1. Makan teratur agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit.

2. Sering minum tidak menunggu haus. Saat Armina nanti suhu di Makkah diperkirakan makin panas. Waspadai risiko kekurangan cairan dan heat stroke. 

3. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat keluar pondokan atau tenda termasuk saat antre di toilet di Armina.

393 Jamaah Haji Indoensia Gelombang II Tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah Jamaah Haji di Bandara King Abdulaziz Jeddah (foto: Amril A/Okezone)

4. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Simpan tenaga untuk menyelesaikan Armina. 

5. Kurangi aktivitas di luar tenda saat Armina.

6. Bawa obat-obatan pribadi dan mengonsumsinya secara teratur sesuai anjuran dokter.

7. Konsultasikan kesehatan ke petugas kesehatan terutama bagi jamaah berisiko tinggi sebelum berangkat Armina.

8. Bawa dan konsumsi minuman oralit saat di Armina. 

9. Peduli serta saling menjaga antar jamaah minimal yang sekamar atau seregu. Berangkat bersama-sama dan pulang bersama-sama.

10. Membawa pisau cukur sendiri dan tidak dipinjamkan atau meminjam milik orang lain. 

11. Ketika di area Armina nanti tidak naik ke atas bukit atau tebing atau bebatuan dan tidak berbaring di jalan atau dikolong kendaraan yang terparkir.

12. Pilih rute melempar jamarat yang aman dan sudah direkomendasikan oleh petugas haji Indonesia yaitu rute yang melalui tenda-tenda jamaah Indonesia dan masuk melalui terowongan. Di jalur tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan, sedangkan jalur lainnya tidak ada perlindungan petugas atau pos kesehatan sehingga berbahaya jika dilewati jamaah Indonesia.

13. Tidak memaksakan diri melempar jamarat ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

14. Melontar jamarat mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Untuk jemaah Indonesia waktu melontar yang disarankan untuk tanggal 10 Zulhijah yaitu setelah ashar atau setelah maghrib dan pada tanggal 11 Zulhijah setelah Subuh. Jika melontar di waktu selain itu akan berisiko terpapar suhu yang sangat panas dan berdesakan dengan jemaah dari negara lain yang postur tubuhnya lebih besar dari jemaah Indonesia.

15. Hati-hati jika menggunakan tangga berjalan atau eskalator di area jamarat karena curam. Angkat pakaian di atas mata kaki untuk menghindari terinjak atau terbelit di eskalator.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini