Jamaah Haji Diimbau Jangan Bawa Barang yang Tidak Terkait Ibadah

Hantoro, Jurnalis · Rabu, 8 Agustus 2018 - 11:37 wib
(Barang bawaan yang bermasalah di Bea dan Cukai Arab Saudi. (Foto: Kemenag.go.id))

JEDDAH – Bermacam barang bawaan jamaah haji menjadi perhatian PPIH Arab Saudi Daker Airport. Setelah koper jamaah haji gelombang I dibongkar oleh petugas Bea dan Cukai Arab Saudi karena kedapatan membawa barang terlarang, kini kejadian serupa kembali terulang.

Bukan rokok, obat-obatan, jamu, atau sejenisnya. Jamaah haji gelombang II yang mendarat di Jeddah mesti berurusan dengan Bea dan Cukai karena membawa handy talky (HT), senter kejut, dan SIM card ponsel dalam jumlah banyak.

Senin 6 Agustus 2018 malam, salah satu jamaah asal JKS-65 terpaksa menjalani pemeriksaan ketat Bea dan Cukai. Di dalam tasnya terdapat handy talky yang menurutnya titipan dari jamaah lain.

Kepala Daker Airport Arsyad Hidayat menyayangkan jamaah haji yang masih suka membawa barang-barang tidak diperlukan.

"Jamaah harus berhati-hati membawa barang saat berhaji. Bila barang yang tidak ada kaitannya dengan ibadah, tidak perlu dibawa. Sudah ada tiga jamaah yang kedapatan membawa HT, dan semuanya disita petugas Bea Cukai," ujar Arsyad di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, sebagaimana Okezone kutip dari Kemenag.go.id, Rabu (8/8/2018).

Setelah melalui proses negosisasi cukup a lot, akhirnya jamaah dapat keluar dari Bea dan Cukai, namun handy talky tetap disita oleh petugas Arab Saudi. Barang tersebut dapat diminta kembali oleh jamaah saat hendak kembali ke Indonesia.

Pada hari yang sama juga dilakukan penggeledahan koper petugas kloter SOC-69. Berdasarkan hasil pemindai X-ray, di dalam kopernya terdapat ratusan kartu ponsel. Meskipun SIM card tersebut untuk operator Arab Saudi, dikarenakan membawa dalam jumlah yang tidak wajar, petugas tetap diinterogasi untuk kepentingan kepabeaan. Ia akhirnya juga dapat melenggang.

Pada 3 Agustus, jamaah haji BTH-15 yang membawa senter kejut juga sempat tertahan cukup lama di Bea dan Cukai. Menurut otoritas Arab Saudi, senter yang dibawa jamaah tersebut dapat membahayakan orang lain dan dilarang diikutsertakan.

"Setelah diproses dengan didampingi petugas KJRI, senter boleh diambil kembali dengan catatan aktivasinya dimatikan/dirusak dan jamaah harus membuat surat pernyataan. Setelah itu, senter dikembalikan," ujar petugas Perlindungan Jamaah Haji Daker Airport bernama Maspilu.

Sementara Fauzi, seorang petugas mukimin yang cukup berpengalaman menangani masalah jamaah di bandara, mengingatkan agar berhati-hati dengan barang bawaan. "Biasanya mereka membawa alat seperti earphone yang dipakai semua jamaah. Sebaiknya alat tersebut langsung dipakai masing-masing, jangan dikumpulkan ke petugas travel-nya," imbaunya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini