alexametrics

Antara Gadget dan Kekhusyukan Ibadah Haji

Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu, 5 Agustus 2018 - 15:10 wib
(Fenomena gadget di Tanah Suci. (Foto: Amril Amarullah/Okezone))

AZAN Magrib mulai berkumandang. Masjid Nabawi begitu sesak oleh jamaah haji dari berbagai penjuru dunia sore itu. Riuh ramai Kota Madinah sejenak hening dan toko-toko pun mulai menutup gerainya untuk sesaat.

Kehadiran jamaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai dirasakan sejak tiga pekan ini. Padatnya jamaah pun membuat polisi setempat harus bekerja ekstraketat. Pemandangan di area Masjid Nabawi ini memang tidak seperti biasanya. Mereka juga tak segan-segan menegur jamaah bandel karena tidak menghiraukan panggilan salat.

Di saat Muslim lainnya tengah beribadah, ada seorang jamaah yang harus berurusan dengan pihak keamanan setempat lantaran bandel kedapatan sedang membeli pulsa ponsel di salah satu gerai sekitaran masjid.

Ia terlihat panik bukan karena terlambat salat berjamaah, tetapi karena handphone (HP) miliknya tidak bisa digunakan, sementara panggilan salat sudah di depan mata. Tentu ini bukanlah pemandangan elok ketika berada di Tanah Haram.

Itulah potret nyata yang terjadi ketika berada di Tanah Suci. Banyak jamaah Indonesia ketika beribadah justru menyibukkan diri dengan gadget-nya. Bahkan, tidak sedikit jamaah Indonesia yang harus rela berjam-jam ikut antrean di gerai pulsa untuk isi ulang paket data.

Ada juga yang datang ke gerai untuk minta diaktifkan nomor lokal Arab Saudi hingga mencari petugas haji Indonesia untuk menjadi penerjemah bahasa ke toko milik orang Arab.

Karmudin, jamaah asal Tasikmalaya, contohnya. Ketika ditemui petugas, ia tampak bingung. Ponsel yang baru saja dibeli dari salah satu toko dekat Masjid Nabawi tidak berfungsi dengan baik.

Dia mencari petugas untuk meminta bantuan agar ponselnya berfungsi dengan baik. Menurut pengakuannya, setiba di Tanah Suci, ia belum juga memberi kabar ke kampung halaman. Aplikasi WhatsApp-nya tidak bisa digunakan.

Perkaranya, ponsel yang dibeli itu tidak memiliki e-mail atau surat elektronik. Sehingga harus terlebih dahulu mengunduh di Google Playstore.

"Bapak mau pakai WA, harus punya e-mail dulu," kata Firzan Syahroni, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah, "Email-nya kayak apa itu? E-mail itu, cewek atau laki?" tanya Karmudin.

Mendengar kepolosan jamaah tersebut, petugas hanya tersenyum sambil menjelaskan apa itu e-mail yang dimaksud. Terlihat sekali jamaah ini belum pernah menggunakan gadget, bahkan ketika di Tanah Air.

Berbeda ketika di Tanah Suci, menurut dia, gadget menjadi begitu penting. Sehingga, ia harus merelakan uangnya Rp1,6 juta untuk membeli ponsel yang tidak diketahui keasliannya.

Berbeda dengan Karmudin, jamaah lain asal Malang yakni Sugeng mengaku sudah menggunakan gawai (gadget) sejak di Tanah Air. Dia pun tidak mengalami kesulitan menggunakannya. Sugeng memanfaatkan gadget untuk sekadar berfoto-foto atau berbicara dengan keluarga melalui layanan voicecall dan videocall.

Potret manusia modern yang menganggap gadget sebagai bagian dari jiwanya bukan hanya dari jamaah Indonesia. Negara lain seperti India, Turki, Bangladesh, Malaysia, Afrika, Thailand, Filipina, dan China juga tidak mau ketinggalan berebut posisi berlomba-lomba mengabadikan foto mereka alias selfie. Ada juga yang sibuk membalas pesan WhatsApp, videocall, bahkan mendengarkan musik di dalam masjid.

Fenomena ini bukanlah hal baru, bagaimana gadget menjadi sebuah kebutuhan yang hampir tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari. Bahkan, gadget seperti menjadi ketergantungan para jamaah ketika berada di Tanah Suci.

Betapa teknologi ini mampu mengubah gaya hidup manusia. Tidak dimungkiri benda ini diciptakan tanpa kenal batas, baik batas usia maupun jenis kelamin. Siapa pun bisa memiliki gawai asal mampu membeli. Siapa saja bisa mengaksesnya asal bisa mengerti caranya.

Mudah dibawa ke mana-mana, disimpan dalam saku atau genggaman tangan pun akan terasa ringan. Sehingga, tidak heran bila anak-anak zaman sekarang banyak yang keranjingan benda tersebut. (han)

(kha)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini