alexametrics

5 Tempat Bersejarah dan Teristimewa di Madinah, Nomor 3 Dirindukan Rasulullah SAW

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu, 4 Agustus 2018 - 16:28 wib
(Jabal Uhud. Foto: Amril Amarullah/Okezone)

MADINAH – Jamaah haji dan umrah pastinya tidak akan melewatkan momen penting ketika berkunjung ke Kota Madinah. Kota yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW ini begitu dirindukan umat Islam di dunia.

Kota yang penuh dengan keindahan dan keramahan ini menyimpan banyak kenangan dan peninggalan bersejarah di masa keemasan Islam ketika dipimpin oleh Rasulullah SAW.

Berikut 5 tempat bersejarah dan dirindukan yang dirangkum Okezone dari Wikipedia dan berbagai sumber:

1. Bir Ali

Begitu istimewanya Masjid Bir Ali bagi jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji dan umrah. Menurut sejarah, masjid ini tergolong sangat istimewa di kalangan para jamaah haji. Rasulullah SAW selalu singgah dan mengambil miqat di masjid ini. Miqat adalah tempat bermulanya ihram.

Masjid Bir Ali seakan menjadi favorit para jamaah. Dengan memiliki menara setinggi 64 meter yang tampak menjulang gagah dari balik rindangnya pepohonan di bawah sebuah lembah. Di zaman Rasulullah lembah tersebut dikenal dengan nama Lembah Aqiq.

Bir Ali. Foto: Amril A/Okezone

Selain dikenal sebagai masjid bersejarah tempat Rasulullah memilih miqat untuk berangkat umroh, keistimewaan lainnya adalah ketika memasuki kawasan itu, tampak pemandangan di sekitar masjid yang sangat mengagumkan.

2. Masjid Quba

Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW pada tanggal 8 Rabiul Awal 1 Hijriyah. Masjid Quba terletak di luar Kota Madinah, tepatnya sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Masjid Quba yang saat ini berbeda dengan mesjid Quba pada saat zaman Rasulullah saw dulu, yang saat ini berdiri adalah masjid yang telah direnovasi dan diperluas pada masa Kerajaan Arab Saudi. Renovasi dan perluasan masjid Quba telah menelan biaya sebesar 90 juta riyal dengan daya tampung hingga 20 ribu jamaah. Renovasi dilakukan pada tahun 1986.

Foto: Amril A/Okezone

Allah SWT memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba' dengan Firman-Nya:

Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri.......(At Taubah, 108).

3. Jabal Uhud

Jabal Uhud ialah bukit yang dijanjikan kelak ada di surga. Tidak seperti gunung yang berada di Kota Madinah, Jabal Uhud memiliki keistimewaan tersendiri. Tidak seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah warga Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang mengartikan dengan kata lain ‘bukit menyendiri’.

Suatu ketika Rasulullah SAW bersama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Utsman bin Affan RA. Setelah keempatnya sedang di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.

Foto: Amril A/Okezone

Rasulullah SAW kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, “Tenanglah Wahai Uhud. Di atasmu sekarang ialah Rasulullah seorang shiddiq dan dua yang kelak akan mati syahid.” Tak lama setelah tersebut Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kerinduan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Kecintaan Rasulullah SAW untuk para syuhada Uhud, khususnya Sayyidina Hamzah mendorong Beliau melaksanakan ziarah ke Jabal Uhud nyaris setiap tahun. Jejak ini pula yang sampai saat ini diikuti umat Islam, bahkan semenjak zaman pemerintahan para khalifah sesudah Rasulullah SAW wafat.

(qlh)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini