4 Tempat Ziarah di Makkah, Nomor 3 Lokasi Jin Sepakat Berbaiat

Rafida Ulfa, Jurnalis · Selasa, 31 Juli 2018 - 13:00 wib
(Masjid Al Jinn di Kota Makkah. (Foto: Ist))

JAKARTA – Di Tanah Suci, khususnya di Kota Makkah, terdapat sejumlah lokasi ziarah yang menjadi saksi bisu perkembangan agama Islam. Tempat-tempat ini menarik untuk ditilik dan diresapi.

Ziarah sesuai dengan hukum dasarnya adalah jaiz dan dapat emnjadi sunah dapat pula menjadi makruh atau haram tergantung dari orang-orang yang melaksanakannya ziarah itu sendiri. Apabila dia berziarah semata-mata karena Allah Subhanahu wa ta’ala, maka ziarahnya menjadi ibadah baginya. Namun jika dijalankan sekadar mengambil i’tibar atau nilai pelajaran atas yang didapatnya, maka ziarahnya menjadi sunnah baginya.

Sebaliknya, jika ziarah dilakukan hanya untuk dorongan nafsu semata dan atas pertimbangan lain yang tidak dibenarkan agama serta dapat merusak akidah keislamannya, maka ziarah itu menjadi makruh bahkan haram dan diazab di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Berikut ini 4 lokasi ziarah di Kota Makkah, seperti Okezone kutip dari buku 'Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah Jakarta', Selasa (31/7/2018).

1. Gua Hira di Jabal Nur

Di sebelah utara Masjidil Haram ± 6 kilometer terdapat sebuah gunung yang disebut Jabal Nur. Guna mendaki ke atas memerlukan waktu ± 1 jam.

Di sana terdapat sebuah gua yang cukup untuk duduk kurang lebih 4 orang, tinggi di dalamnya setinggi orang berdiri. Gua tersebut dikenal dengan nama Gua Hira.

Jabal Nur dan Gua Hira ini sangat penting dalam sejarah Islam, karena di gua inilah tempat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam menerima wahyu pertama, yaitu Surah Al Alaq dari ayat 1 sampai 5.

Gua Hira. (Foto: MCH 2017)

2. Gua Tsur di Jabal Tsur

Di sebelah selatan Masjidi Haram sejauh ± 6 km terdapat Jabal Tsur. Jabal Tsur ini mempunyai nilai penting dalam sejarah Islam.

Rasullullah Shallallahu alaihi wasallam bersama-sama dengan Abu Bakar Assiddiq pernah menyembunyikan dirinya di gunung tersebut waktu hendak hijrah ke Madinah.

Menurut riwayat, setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam selamat dari kepungan kafir Quraisy di rumahnya, maka Beliau dengan diam-diam menyinggahi sahabat Abu Bakar Assiddiq.

Dari rumah Abu Bakar, Beliau bersama-sama lebih dahulu berlindung menyembunyikan dirinya di Jabal Tsur selama tiga hari kemudian menuju Madinah.

Sebagian orang-orang kafir Quraisy waktu mengejar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ada yang telah sampai Gua Tsur. Mereka mendapat gua tersebut tertutup dengan sarang laba-laba dan tampak burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya.

Gua Tsur. (Foto: Instagram)

Dengan melihat keadaan demikian, mereka berkesimpulan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut.

Sewaktu orang-orang Quraisy di muka gua, bukan main cemas hati Abu Bakar Assiddiq. Jika ingin masuk ke gua tesebut harus dengan merangkak dan setelah masuk hanya cukup untuk duduk. Guna mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan 1,5 jam.

(han)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini