Kementerian Kesehatan Siapkan 70 Ton Obat-obatan untuk Jamaah Haji

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu, 29 Juli 2018 - 14:48 wib
(Cek Kesehatan Jamaah Haji (Foto: Istimewa))

SATU persatu kloter rombongan haji asal Indonesia mulai berangkat ke Tanah Suci. Kekhawatiran terkait adaptasi cuaca di Makkah yang berbeda dengan di Indonesia jadi salah satu hak yang menyita perhatian calon jamaah haji.

Namun, sebaiknya calon jamaah haji tidak perlu khawatir lagi, sebab pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyiapkan perbekalan kesehatan dan obat-obatan untuk jamaah haji Indonesia. Tidak hanya tahun ini saja, karena ternyata perbekalan kesehatan dan obat-obatan semacam ini telah dilakukan tiap tahun, sehingga tidak ada lagi alasan calon jamaah dan keluarga khawatir dengan kesehatan jamaah haji selama beribadah di Tanah Suci.

Paket terdiri dari 2 lembar masker kain, 1 kotak masker sekali pakai berisi 50 lembar, 1 botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, 10 sachet oralit, 1 tube balsem, 5 lembar plester, 4 lembar tisu basah untuk mandi, dan 1 kantong paket untuk membungkus perlengkapan tadi. Semua barang-barang ini diberikan kepada jamaah haji di masing-masing embarkasi.

Pada musim haji tahun ini Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 70 ton obat-obatan untuk jamaah. Adapun pembagiannya sekira 20% untuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah dan 80% untuk KKHI Makkah termasuk Armina.

Obat di Makkah ini sewaktu-waktu dapat dikirim ke Madinah bila diperlukan. Sementara itu, obat-obatan yang tersedia di depo farmasi KKHI terdiri dari 22 kelas terapi, di antaranya adalah obat-obatan untuk anti hipertensi, anti alergi, anti infeksi, anti virus, anti jamur, anti parkinson, obat pengencer darah, dan lain sebagainya.

Ada pula obat yang paling banyak disiapkan oleh KKHI Madinah adalah analgetik non narkotik yaitu obat-obat yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu, antibiotik juga cukup banyak jumlahnya.

Selain jemaah, petugas kesehatan yang mendampingi kloter (TKHI) dibekali dengan obat-obatan juga semenjak dari embarkasi. Tahun ini paket obat untuk petugas sekira 511 paket. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah koter yaitu 507 kloter. Kelebihan paket obat ini disiapkan bila ada penambahan kloter gabungan.

Jenis obat atau perbekalan kesehatan yang dibawa oleh TKHI cukup beragam, meliputi obat antibiotik, analgetik, obat sakit perut, obat anastesi, obat jantung, obat antihipertensi, obat untuk konstipasi atau sulit buang air besar, oralit, dan obat-obatan psychotropic, serta obat anti alergi. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli, TKHI tidak perlu cemas kekurangan obat.

"Bila obat-obatan tersebut sudah habis maka TKHI dapat meminta di Depo Farmasi yang ada di klinik kesehatan haji Indonesia di Madinah," katanya seperti yang dikutip dari siaran pers, Minggu (30/7/2018).

Kepada jemaah haji yang memiliki risiko tinggi, Melzan berpesan agar teratur minum obat. Selain itu, membatasi aktivitas pun tidak kalah pentingnya untuk tetap menjaga tubuh tetap prima.

"Jangan lupa minum obat dan batasi aktivitas. Jangan terlalu tinggi," ujarnya.

Sementara untuk jemaah yang batuk, Melzan mengimbau untuk banyak minum guna mengurangi frekuensi batuk. Namun, pentingnya memperbanyak minum air tidak hanya bagi jamaah yang batuk saja, tapi semua jamaah pun perlu karena suhu udara tinggi akan berefek buruk pada kesehatan.

"Banyak minum penting bagi jemaah haji yang batuk. Tapi, semua jemaah harus banyak minum mengingat suhu udara yang tinggi dengan kelembaban rendah," tandasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini