nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salat Gerhana Bulan, Ribuan Jamaah Padati Masjid Nabawi

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2018 04:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 28 398 1928532 salat-gerhana-bulan-ribuan-jamaah-padati-masjid-nabawi-hNDSeSOEQ7.jpg Salat gerhana bulan di Masjid Nabawi. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

MADINAH — Ribuan jamaah berbagai penjuru dunia memadati area Masjid Nabawi untuk melaksanakan salat gerhana bulan total (khusuf), Sabtu (28/7/2018). Waktu Arab Saudi gerhana bulan mulai tampak pada pukul 21.35 waktu setempat.

Pantauan Okezone, jamaah Indonesia, khususnya yang akan melaksanakan ibadah haji, turut serta dalam saf terdepan. Salat gerhana bulan dilaksanakan 2 rakaat, 4 rukuk dilanjutkan khutbah selama 30 menit.

Gerhana bulan total kali ini terbilang istimewa karena durasi dari gerhana bulan total ini akan jadi yang terlama di abad ini. Selain itu, ini adalah kali pertama jamaah haji Indonesia melaksanakan salat gerhana di Tanah Suci saat musim haji.

Tidak hanya dipadati oleh orangtua, bahkan banyak anak-anak ikut menyaksikan fenomena alam itu. Mereka sibuk dengan ponsel dan kameranya untuk mengabadikan keindahan karya Sang Pencipta alam semesta itu.

Menurut salah seorang warga Indonesia asal Medan, ia sengaja ikut salat gerhana di Masjid Nabawi karena ini adalah momen langka disaat musim haji. "Fenomena ini sangat jarang, sulit ditemui di musim-musim haji berikutnya," kata Ucok asal Medan saat berbincang dengan Okezone.

Seperti diketahui, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan bahwa gerhana Bulan total atau "super-blood moon" pada 28 Juli 2018 menjadi yang terlama. Ini merupakan peristiwa yang langka.

LAPAN memprediksi jika gerhana terlama akan terjadi pada 82 tahun ke depan atau pada 2100 dengan posisi Bulan di tengah-tengah bayangan bumi.

Di tempat terpisah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Makkah selenggarakan salat gerhana bulan (khusuf), Jumat malam waktu Saudi di kantor Daker yang beralamat King Fahad Street, Makkah.

Tampil sebagai imam salat Profesor Aswadi Suhada, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya. Sementara khutbah disampaikan KH Masrur Ainun Najih. Keduanya merupakan Seksi Bimbingan Ibadah Daker Makkah.

Dalam khutbahnya, KH Masrur menyampaikan, derajat seseorang ditentukan bukan dari kekayaan atau jabatan. “Namun derajat seseorang adalah dari ketaqwaannya,” jelas KH Masrur.

Karena barang siapa bersungguh-sungguh bertaqwa kepada Allah, imbuhnya, akan mendapat jalan keluar dari tiap persoalan hidup yang dihadapinya.

“Orang yang bertaqwa juga akan mendapat rezeki min haitsu la yahtasib, dari arah yang tidak disangka-sangka,” terangnya.

Lebih lanjut KH Masrur menegaskan, agama Islam lahir untuk memperbaiki aqidah dan akhlak manusia. “Dulu banyak orang yang menyembah matahari atau bulan, padahal keduanya adalah tanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini