alexametrics

Sandal Haji Seperti Ini yang Direkomendasikan Kemenkes untuk Jamaah di Tanah Suci

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis, 26 Juli 2018 - 20:11 wib
(Jamaah Haji (Foto: Okezone))

IBADAH haji merupakan runtutan ibadah yang panjang. Maka dari itu, jamaah diharapkan menjaga kondisi tubuhnya selalu dalam kondisi yang fit.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk para jamaah agar selalu menjaga kesehatan tubuhnya dengan mengatur jam makanan dengan tepat, mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi, pun juga istirahat. Hal yang tak kalah penting adalah menggunakan atribut haji yang diberikan pemerintah.

Salah satu alat pelindung diri yang disarankan untuk dikenakan adalah sandal. Nah, sandal yang dimaksud ini bukan sekadar sandal jepit, lho. Melainkan sandal yang memang didesain khusus untuk menunjang kesehatan jamaah selama ibadah haji di tanah suci.

Baca Juga:

Jamaah Haji

Fungsi dari penggunaan sandal ini juga salah satunya adalah untuk menjamin agar kaki tidak melepuh. Tapi, tak semua jenis sandal juga bisa dikenakan saat di tanah suci. Namun begitu, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 20.400 pasang sandal.

Sandal yang disiapkan ini ternyata sudah sesuai dengan rekomendasi medis. Seperti yang dijelaskan Kepala Kesehatan Haji Eka Yusuf dalam keterangan resminya hari ini Kamis (26/7/2018). Dia menuturkan bahwa sandal yg disediakan oleh Kemenkes merupakan upaya pengendalian faktor risiko terhadap bahaya cuaca panas.

"Sendal yang disediakan sesuai dengan rekomendasi medis dan bukan sendal jepit," kata Eka.

Sementara itu, Koordinator Tim Promotif Preventif Dian Shinta mengatakan bahwa penggunaan sendal jepit dapat menyebabkan lecet.

"Dikhawatirkan sela-sela jari kaki jamaah akan mudah terluka karena gesekan. Terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit diabetes atau kencing manis sama sekali tidak diperkenankan menggunakan sendal jepit," kata Dian.

Dian juga mengingatkan agar jamaah membawa sendiri sendalnya yang diberikan pemerintah ke dalam masjid dan tidak dititpkan ke jamaah lain. Hal ini juga dimaksudkan untuk meminimalisir kehilangan sandal. "Masukkan dalam kantong plastik. Alas kaki di bawa sendiri dan tidak dititipkan kepada orang lain," kata Dian.

Kemenkes juga sudah menyiapkan 204.000 tas plastik dan tas ini dibagikan bersama kacamata hitam dan payung. Jumlah ini sesuai dengan jumlah jamaah haji reguler yang berhaji tahun 2018 ini.

Sedikit informasi, untuk melindungi jamaah dari kaki melepuh, Kementerian Kesehatan telah menyediakan 20.400 pasang sendal atau 10% dari jumlah jamaah haji. Sandal ini diberikan kepada jamaah haji yang kehilangan sandal, khususnya sepulang dari beribadah di Masjid Nabawi.

Sendal merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan pada penyelanggaraan haji tahun 2018. Selain sendal, APD lain yang disiapkan oleh Kemenkes adalah payung, kacamata, masker, dan semprotan air.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini