Ini Urutan Persiapan Jamaah Sebelum Bergerak dari Madinah ke Makkah

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 25 398 1927317 ini-urutan-persiapan-jamaah-sebelum-bergerak-dari-madinah-ke-makkah-GzeWecyzbV.jpg Konsultan Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono (Foto: Amril/Okezone)

MADINAH - Jamaah haji Indonesia gelombang pertama Kamis, (26/7/2018) pagi, akan meniggalkan Madinah untuk selanjutnya munuju Makkah untuk melaksanakan Umrah wajib dan puncak haji yakni Armina (Arafah, Mina dan Muzdalifah).

Sebelum bergerak ke Makkah, mereka tentu harus mempersiapakan segala sesuatunya, seperti perlengkapan dokumen seperti passpor, buku kesehatan, buku manasik haji dan lainnya, selain juga persiapan fisik dan mental.

Bukan itu saja, jamaah juga harus mempersiapkan diri yang berkaitan dengan amalan ibadah, seperti ziarah wada atau ziarah perpisahan di Masjid Nabawi. Konsultan Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono mengatakan, sebelum berangkat jamaah melakukan shalat dua rakaat du Masjid Nabawi, kemudian berdoa meminta hajat yang bersangkutan.

Setelah itu, menuju makam Rasulullah, menyampaikan salam dan shalawat, lalu mengadap kiblat dan berdoa meminta dimudahkan kembali ke dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Selesai dari Masjid Nabawai, jamaah mandi dan berpakaian ihram di hotel. “Ini biar tak terburu-buru sesampainya di miqat di Bir Ali,” kata Kartono di Madinah, Rabu (25/7/2018).

Satu hal yang penting, kata Kartono agar jamaah ketika dalam perjalanan untuk mengingatkan sopir agar behenti di Bir Ali untuk miqat atau yang dikenal juga dengan nama Abyar Ali, atau Dzulhulaifah. “Jangan sampai kejadian tahun lalu, ada sopir bus yang bablas. Jadi harus diingatkan, ini hal yang krusial dan penting,” jelas Kartono.

Semisal nantinya sopir tetap lupa dan melewati Bir Ali, selama masih dalam jarak puluhan kilometer bisa diminta kembali ke Bir Ali. “Jika jarak yang dilewati mencapai lebih dari seratus meter, sopir bisa diminta berhenti di tanda yang menunjukkan daerah yang sejajar dengan Miqat Juhfah dan jamaah berniat dari situ,” jelasnya.

Kalau sudah telanjur sampai Makkah, ada dua cara yang bisa dilakukan jamaah. Pertama, berniat dari hotel di Makkah tapi nantinya harus membayar dam. Kalau masih ada waktu, jamaah bisa meminta sopir membawa ke arah keluar Makkah sejauh dua marhalah atau sekitar 80 kilometer dan berniat ihram lalu masuk kembali ke Makkah.

Sementara di Bir Ali, jamaah mesti langsung mengambil air wudhu dan masuk masjid. Di dalam masjid, mereka melakukan shalat sunah tahiyatul masjid dua rakaat, kemudian bisa melaksanakan shalat dhuha bila masuk waktunya, atau bershalat wajib.

Setelah itu baru melaksanakan salat sunah terkait ihram dua rakaat. “Harus sepakat sebaiknya 30 menit saja di Bir Ali,” kata Kartono.

Selesai semua ibadah itu. jamaah bisa membaca niat umrah di masjid atau di atas kendaraan. Untuk berjaga-jaga, bisa niat dari hotel di Madinah juga boleh dilakukan. “Ingat, karena tanpa niat, umrah dan hajinya tidak sah,”

Begitu tiba di Makkah, jamaah harus menyepakati bersama kapan harus ke Masjidil Haram untuk berumrah setelah beristirahat sejenak di pemondokan. Agar tidak tersesat, jamaah ingat-ingat betul posisi pintu masuk Masjidil Haram agar tidak tersesat. “Atau tetap bersama rombongan, jangan sendirian,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini