Jamaah Haji Tersesat saat di Tanah Suci, Benarkah Akibat Dosa Masa Lalu?

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 25 398 1927291 jamaah-haji-tersesat-saat-di-tanah-suci-benarkah-akibat-dosa-masa-lalu-J9ZVcUD726.jpg Konsultan Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono (foto: Amril/Okezone)

MADINAH - Memasuki hari ke-10 jamaah haji Indonesia berada di tanah suci Madinah, sudah tercatat lebih dari 500-an orang yang tersasar. Jumlah tersebut belum termasuk yang tidak terdata, artinya ketika tersasar petugas langsung mengantar ke pemondokan tempat jamaah tersebut menginap.

Banyak faktor yang menyebabkan jamaah mudah tersesat ketika berada di luar hotel, salah satunya karena kondisi cuaca panas, sehingga dalam kondisi tersebut kerap membuat jamaah stress. Apalagi bila asupan cairan berkurang akibat kurang minum.

Terkait banyaknya jamaah haji dengan kasus tersesat, mengalami dimensia atau lainnya, ada anggapan semua itu akibat perilaku dan amal perbuatan manusia itu selama hidup. Benarkah demikian?

Konsultan Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono mengatakan, tidak ada kaitannya jamaah yang tersesat ketika beribadah haji atau umrah dengan perilaku jamaah semasa hidup atau perbuatan dosa di tanah air.

"Jawabannya tidak ada kaitannya," kata Ahmad Kartono di Madinah, Rabu (25/7/2018).

 haji

Menurutnya, kasus itu terjadi karena ketika berada di Arab Saudi itu rata-rata jamaah baru pertama kali datang, dan belum memahami lingkungan.

“Sekali lagi jika ditanya soal itu, jawaban saya adalah tidak ada kaitannya,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan ketika jamaah keluar dari pondokannya yang terbaik adalah harus mengetahui lingkungan kanan kirinya. Pahami betul, situasi dan kondisi disekitar ia menginap, sehingga setelah keluar dari pondokan hingga ke Masjidil Haram tahu posisi ada di mana.

“Kuncinya jangan pisah dari regu atau rombongan, insya Allah tidak akan terjadi jamaah tersasar. Juga perbanyak doa dan dzikir, salawat nabi,” tuturnya.

 haji

Padahal menurutnya, bila saja jamaah mau mengikuti saran dan petunjuk dari petugas seperti banyak minum air putih, tidak stress dan tidak bepergian sendirian, ia yakin jamaah tersebut tidak akan tersesat seperti yang banyak dialami jamaah saat ini, terutama dialami orang tua yang sudah berumur di atas 60 tahun.

Sementara bagi jamaah yang tersesat ketika berada di Masjidil Haram, tips sederhana adalah tidak memaksakan keluar sendiri, tetaplah di dalam masjid.

“Disana jamaah bisa melasanakan aktivitas mengaji, sholat bahkan bisa minum air zamzam, dan jangan keluar sebelum menemukan petugas dari Indonesia,” pungkas Kartono.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini