5 Pesawat Berbadan Lebar Siap Angkut 34 Ribu Jamaah Haji Asal Solo

Bramantyo, Jurnalis · Selasa, 10 Juli 2018 - 17:32 wib
(Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia (foto: Okezone))

SOLO - Jamaah haji asal Indonesia yang akan berangkat mencapai 117.959 jamaah. Sedangkan jumlah calon haji yang akan berangkat dari Embarkasi Haji Donohudan Solo tercatat 30 persen dari total jamaah haji Indonesia atau sekira 34 ribu jamaah.

Terbagi dalam 95 kelompok terbang (kloter) dan akan terbang perdana pada 17 Juli 2018 mendatang dengan dilayani pesawat Garuda Indonesia.

General Manager Garuda Indonesia, Hendrawan sampaikan akan ada 2 fase, yaitu pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji. Dan pemberangkatan calon jamah haji mulai 17 Juli-15 Agustus 2018.

General Manager Garuda Indonesia, Hendrawan (foto: Bramantyo/Okezone) 

Menurutnya di tiap fase terbagi dalam 2 gelombang, yakni pada pemberangkatan yang dimulai dari 17 Juli 2018 hingga 15 Agustus 2018 dengan rute pertama rutenya Solo-Madinah via Padang.

"Sedangkan gelombang kedua rutenya adalah Solo-Jeddah via Padang," terang Hendrawan, Selasa (10/7/2018).

Hendrawan juga sampikan untuk fase pemulangan jamaah haji akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2018 hingga 25 September 2018. Untuk gelombang pertama dengan rute Jeddah-Solo. Sedang gelombang kedua dengan rute Madinah-Solo.

"Khusus embarkasi Solo, Garuda telah menyediakan 5 pesawat tipe airbus berkapasitas 360 seat," paparnya.

Hendrawan juga sebut, dibandingkan dengan sembilan embarkasi lainnya di Indonesia yang juga melayani keberangkatan haji, Embarkasi Haji Donohudan Solo adalah embarkasi dengan jumlah kloter yang paling banyak.

"Khusus embarkasi Solo, jumlah kloternya paling banyak dibandingkan yang lain. Tanggal 17 Juli 2018 pemberangkatan kloter pertama pertama asal Tegal pada pukul 05.35 WIB," lanjut Hendrawan.

Sementara Totok Suwarto, Station Manager Garuda Indonesia juga sampaikan jika saat kepulangan jamaah haji tahun ini dimungkinkan akan terjadi keterlambatan hingga 45 menit dari waktu yang dijadwalkan.

Pasalnya, ucap Totok pada bulan Agustus di wilayah Jeddah diperkirakan akan mengalami kenaikan suhu hingga 50 derajat di udara.

Hal itu juga berdampak pada pesawat yang mengalami head wind (angin dari arah depan), dimana pesawat terbang akan melawan arah angin saat menuju Solo.

"Dengan kondisi seperti itu kita harus menaikkan bahan bakar yang pesawat lebih banyak. Diperkirakan ada keterlambatan hingga 45 menit. Sedangkan perjalanan Jeddah ke Solo rata-rata membutuhkan waktu 11 jam 45 menit," pungkas Totok.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini